Mantan Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, memberikan peringatan keras mengenai pentingnya menjaga independensi bank sentral dari intervensi politik.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump terhadap kebijakan moneter.

>>> Ekspor SDA Lewat Danantara, Purbaya Jelaskan Fungsi Terbaru DJBC di 2026

Powell menegaskan bahwa The Fed tengah menghadapi ujian ketahanan yang serius.

Ia khawatir jika pemerintah berhasil mencopot pejabat bank sentral hanya karena perbedaan visi kebijakan, hal itu akan menjadi preseden buruk bagi pemerintahan masa depan.

Penghargaan dan Kritik Terselubung

Pesan tersebut disampaikan Powell saat menerima penghargaan Profile in Courage Award dari John F. Kennedy Library Foundation.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya melindungi kemandirian Federal Reserve dari pengaruh eksternal.

Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa kredibilitas The Fed adalah aset yang dibangun selama puluhan tahun.

Menjaga integritas lembaga adalah kewajiban moral demi kepentingan seluruh warga AS dan generasi mendatang.

Komentar ini dianggap sebagai kritik terselubung terhadap upaya pemerintahan Trump yang mencoba melengserkan Gubernur The Fed, Lisa Cook.

>>> Resmi! Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Juni 2026 dari Aceh hingga Papua

Powell menilai intervensi semacam itu dapat menggerus kepercayaan publik terhadap netralitas bank sentral.

Dinamika Ketegangan Eksekutif vs Bank Sentral

Beberapa poin penting terkait perselisihan antara Donald Trump dan kepemimpinan The Fed meliputi: kritik tajam Trump terhadap Powell yang dianggap terlalu lambat memangkas suku bunga; tuntutan pidana dari Kementerian Kehakiman terkait proyek renovasi gedung The Fed yang sempat menyasar Powell; upaya pemberhentian Lisa Cook atas tuduhan terkait kasus KPR; serta langkah hukum yang menunggu keputusan final Mahkamah Agung AS.