Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) bergerak cepat menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memasukkan pencak silat ke dalam kurikulum inti sekolah.

Sekretaris Jenderal PB IPSI, Abdul Karim Aljufri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk badan khusus bernama 'Badan Misi Kurikulum Pendidikan' untuk merealisasikan rencana tersebut.

>>> Iran Siapkan Pemakaman Khamenei, 20 Juta Pelayat Diperkirakan Hadir

Saat ini pencak silat baru berstatus sebagai kegiatan ekstrakurikuler di lembaga pendidikan formal.

Rencana ini diharapkan menjadi landasan penting agar pencak silat semakin mendunia melalui pendekatan kepada anak sejak usia dini.

PB IPSI juga menggandeng para akademisi dari Asosiasi Doktor Pencak Silat untuk mematangkan isi program pembelajaran.

>>> Ai Ogura Cetak Sejarah, Pembalap Jepang Pertama Juara Seri MotoGP Setelah 22 Tahun

Meski perumusan internal sudah berjalan, PB IPSI menegaskan perlunya kolaborasi formal dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Komunikasi resmi akan segera dijajaki.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Karim di sela-sela penutupan Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Minggu (28/6).

>>> Putin Janji Jaga Keamanan Rusia di Tengah Serangan Balasan Ukraina

Turnamen yang digelar selama 25-28 Juni itu diikuti sekitar 2.000 pesilat dari berbagai daerah. Kompetisi mempertandingkan kategori Tanding dan Seni untuk atlet SD, SMP, hingga SMA/SMK.