>>> Kepala BGN Ungkap Antusiasme Siswa di Jeddah Minta Makan Bergizi Gratis

Presiden merasa prihatin melihat masyarakat Indonesia seolah hanya menjadi penonton di tanah air sendiri. Kekayaan yang melimpah belum mampu memberikan dampak kesejahteraan proporsional bagi penduduk.

Prabowo menegaskan komitmennya melakukan transformasi ekonomi nasional secara menyeluruh dan fundamental. Langkah strategis ini akan mengacu pada nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara.

Ia memandang tugas besar ini sebagai mandat sejarah yang harus dituntaskan selama masa jabatannya.

Sebagai pemegang mandat rakyat, Prabowo memiliki tanggung jawab moral mengubah struktur ekonomi demi kepentingan nasional.

Fokus Pembangunan dan Perataan Kesejahteraan

Transformasi ekonomi tidak hanya fokus pada pertumbuhan angka, tetapi juga pada pemerataan hasil pembangunan. Prabowo berambisi setiap kebijakan mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah di dalam negeri.

Presiden juga menyinggung peran desa yang harus diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Memperkuat ekonomi dari pinggiran adalah kunci agar kemakmuran tidak hanya berpusat di perkotaan.

Visi besar Presiden Prabowo dalam transformasi ekonomi meliputi kedaulatan sumber daya alam, kemandirian pangan, pemerataan ekonomi, dan ekonomi Pancasila.

Pemerintah berharap Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah tanpa pengolahan.

Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sumpahnya di hadapan rakyat adalah janji membawa perubahan nyata.

>>> Singapura Siapkan MRT Bawah Tanah Terpanjang, Beroperasi 2026

Transformasi ekonomi bukan sekadar wacana, melainkan misi sejarah demi masa depan bangsa yang lebih berdaulat.