Pelanggaran Hak Karyawan Meningkat di 72 Persen Negara pada 2026
Konfederasi Serikat Pekerja Internasional (ITUC) merilis laporan terbaru yang mengungkapkan peningkatan pelanggaran hak pekerja secara global.
Survei terhadap 151 negara menunjukkan bahwa 72 persen di antaranya menolak memberikan akses keadilan bagi pekerja.
>>> Ayu Ting Ting Bersyukur Bisa Kurban di Idul Adha 2026, Kini Siapkan Mental Naik Haji
ITUC mencatat bahwa tekanan terhadap hak karyawan semakin dalam di tengah ketidakpastian global. Fenomena ini juga melanda negara-negara yang selama ini dianggap memiliki demokrasi stabil.
Data Pelanggaran Hak Pekerja
Sebanyak 87 persen negara di dunia melanggar hak pekerja untuk melakukan aksi mogok kerja. Sekitar 80 persen negara membatasi ruang perundingan kolektif bagi pekerja.
Penggunaan teknologi untuk memantau dan mengintimidasi karyawan semakin marak. Pemerintah di banyak negara juga semakin jarang melibatkan organisasi buruh dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan.
Sekretaris Jenderal ITUC, Luc Triangle, menyatakan bahwa krisis hak pekerja ini sudah masuk ke jantung demokrasi. Menurutnya, persoalan ini mengancam keseimbangan sosial global.
Negara dengan Kondisi Terburuk
Negara maju seperti Amerika Serikat dan Prancis mengalami penurunan peringkat dalam indeks perlindungan pekerja. AS kini masuk dalam daftar pantauan khusus karena pelanggaran hak yang sistemik.
>>> Tren Zine di Jepang Kembali Populer, Diyakini Tak Akan Bisa Ditiru AI
Prancis turun ke peringkat tiga, mencatat rekor terburuk bagi Eropa dan AS sejak indeks diluncurkan pada 2014.
Argentina dan Panama menjadi anggota baru dalam daftar hitam karena kondisi kerja yang memburuk.
Negara dengan pelanggaran berat meliputi Belarusia, Ekuador, Mesir, dan Eswatini. Sementara itu, Myanmar, Nigeria, Tunisia, dan Turki masuk kategori krisis hak pekerja.
ITUC mengkritik kolaborasi antara pemilik modal besar dengan pemimpin otoriter untuk menekan hak buruh. Langkah ini dinilai hanya untuk memaksimalkan keuntungan tanpa mempedulikan kesejahteraan manusia.
Triangle berpendapat bahwa banyak pemerintah gagal melindungi rakyatnya. Bahkan, pihak otoritas aktif melemahkan posisi tawar pekerja, yang berujung pada serangan terkoordinasi terhadap demokrasi.
>>> Sinopsis Film Backrooms: Teror Labirin Misterius Terbaru yang Paling Dinantikan 2026
ITUC telah menyusun indeks tahunan ini selama lebih dari satu dekade. Pemeringkatan didasarkan pada puluhan kriteria yang mengacu pada konvensi Organisasi Buruh Internasional (ILO).
Update Terbaru
Komisi X DPR Desak Sinkronisasi Data SPMB 2026 untuk Cegah Kecurangan
Selasa / 02-06-2026, 04:55 WIB
Viral di Solo, Jukir Sriwedari Getok Tarif Parkir Mahal, Wisatawan Kecewa
Selasa / 02-06-2026, 04:55 WIB
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Performa Gahar, Skor AnTuTu Tembus 2,1 Juta Poin
Selasa / 02-06-2026, 04:54 WIB
Dukungan Terukur UMK Produk Lokal di Ekosistem Digital 2026: Resmi dan Aman
Selasa / 02-06-2026, 04:54 WIB
Cara Cek Bansos PKH dan Sembako Mei 2026 Pakai NIK KTP
Selasa / 02-06-2026, 04:54 WIB
Cara Pengkinian Data JMO 2026: Syarat Klaim JHT Online Agar Cepat Cair Resmi
Selasa / 02-06-2026, 04:54 WIB
Inflasi Mei 2026 Diprediksi Tembus 2,94%, Surplus Dagang Terancam Menyempit
Selasa / 02-06-2026, 04:54 WIB
Dugaan Pemalsuan Riset di Denmark: Ilmuwan Indonesia Beri Klarifikasi
Selasa / 02-06-2026, 04:54 WIB
Sindikat Curanmor Antarprovinsi Dibongkar, 8 Pelaku Ditangkap
Selasa / 02-06-2026, 04:51 WIB
Prabowo Soroti Kesenjangan Ekonomi: Pertumbuhan Belum Merata
Selasa / 02-06-2026, 04:51 WIB
Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Resmi Naik Sidik, Polisi Temukan Unsur Pidana
Selasa / 02-06-2026, 04:51 WIB
Toyota GR86 2027 Hadir dengan Penyempurnaan Baru
Selasa / 02-06-2026, 04:51 WIB
Kepala BGN Ungkap Antusiasme Siswa di Jeddah Minta Makan Bergizi Gratis
Selasa / 02-06-2026, 04:51 WIB
Singapura Siapkan MRT Bawah Tanah Terpanjang, Beroperasi 2026
Selasa / 02-06-2026, 04:51 WIB






