Aktivitas perdagangan di bursa berjangka semakin bergairah di tengah tensi geopolitik Timur Tengah yang belum mereda.

Direktur Utama Nano Megang Futures, Nur Vitriani, mengungkapkan kondisi pasar justru menunjukkan tren positif sejak awal tahun 2026.

>>> 5 Strategi Brand Besar Hadapi Persaingan Harga di 2026

Pada kuartal pertama, investor aktif memburu aset safe haven, terutama emas. Namun, memasuki bulan Mei, minat investasi mulai melebar ke instrumen lain yang menawarkan peluang keuntungan menarik.

Tren Investasi di Bursa Berjangka Tahun 2026

Minat masyarakat terhadap investasi di bursa berjangka tercatat melonjak signifikan hingga 40 persen pada bulan Mei.

Lonjakan ini didorong oleh kepercayaan diri investor yang mulai meningkat terhadap instrumen dengan risiko terukur.

Beberapa instrumen yang menjadi primadona para investor saat ini meliputi:

  • Emas: Masih menjadi pilihan utama sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
  • Saham Amerika Serikat (US Stock): Investor mulai melirik saham-saham perusahaan besar di bursa luar negeri.
  • Sektor Kecerdasan Buatan (AI): Saham terkait teknologi AI menjadi magnet baru karena potensi pertumbuhannya yang pesat.

Kenaikan minat ini menunjukkan bahwa pelaku pasar tidak hanya terpaku pada aset konvensional saat menghadapi gejolak pasar dunia.

Diversifikasi ke sektor teknologi maju kini dianggap sebagai langkah strategis bagi para pemilik modal.

Faktor Pendorong Peningkatan Transaksi

Situasi perang yang masih berlangsung ternyata tidak menyurutkan semangat bertransaksi di bursa komoditas dan berjangka.

>>> Allianz Life: Volatilitas Pasar Modal Berpotensi Pengaruhi Kinerja Unitlink Saham

Justru, volatilitas harga yang terjadi dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek maupun menengah.

Nur Vitriani menjelaskan bahwa pergeseran perilaku ini terlihat dari keberanian investor masuk ke aset yang lebih berisiko namun memiliki prospek cerah.