PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) menyoroti dampak volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhadap kinerja produk unitlink berbasis saham.

Kinerja imbal hasil unitlink saham sangat bergantung pada fluktuasi harga saham di pasar.

>>> 3 Aduan Resmi ke DJP yang Paling Banyak Dicari dan Solusi Tanpa Ribet 2026

Nilai aset secara langsung mengikuti perkembangan harga instrumen saham di bursa.

Strategi Menghadapi Volatilitas

Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, Ni Made Daryanti, menyebutkan bahwa saat pasar bergejolak, fluktuasi Nilai Aktiva Bersih (NAB) cenderung lebih besar.

Allianz Life mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio.

Perusahaan fokus pada diversifikasi dan analisis fundamental yang kuat.

Strategi investasi bersifat dinamis dan adaptif terhadap perubahan pasar.

Pengelolaan dana memperhatikan profil risiko masing-masing fund untuk menjaga stabilitas hasil investasi jangka menengah hingga panjang.

Faktor Penghambat Pasar

Made memprediksi pasar modal masih menghadapi tantangan berat hingga akhir tahun.

Faktor global seperti konflik geopolitik berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia.

Hal itu dikhawatirkan meningkatkan tekanan inflasi dan menjaga volatilitas tetap tinggi.

Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar Rupiah dan kenaikan yield obligasi turut memberi tekanan.

Pelaku pasar cenderung lebih waspada dalam mengambil keputusan investasi.

>>> Resmi! IShowSpeed Mulai Tur 15 Negara Karibia 25 April 2026, Ini Jadwal Terbarunya

Faktor teknikal seperti rebalancing indeks MSCI juga berpotensi memicu arus keluar modal asing.

Ketidakpastian besaran nominal, durasi, dan perubahan bobot saham menambah ketidakpastian IHSG.

Allianz Life memandang perlunya pendekatan investasi yang lebih konservatif.

Pengawasan ketat diperlukan untuk meminimalisir risiko kerugian akibat anjloknya pasar.

Kinerja Produk Unitlink Saham