Seorang pelancong perempuan asal India dikejutkan oleh tagihan denda lalu lintas yang fantastis setelah liburan di Swiss.

Nominal denda mencapai 1,5 lakh Rupee atau setara dengan Rp28 juta.

>>> Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura Capai 12.700, Menkes Ungkap Fakta

Surat tilang dikirimkan melalui pos dan baru tiba di kediamannya hampir setahun setelah perjalanan wisatanya berakhir.

Hal ini memicu kebingungan bagi sang turis yang tidak menyangka akan mendapatkan tagihan sebesar itu.

Upaya Banding Melalui Media Sosial

Turis bernama Poan Sapdi membagikan pengalamannya melalui platform X untuk mencari solusi. Ia berharap ada celah hukum untuk mengurangi atau membatalkan denda tersebut.

Dalam unggahannya, Poan bertanya kepada netizen apakah ada yang pernah mengalami kejadian serupa. Ia mengaku sedang berupaya memahami prosedur banding yang mungkin bisa dilakukan.

Berikut poin yang disampaikan sang turis:

  • Menerima tagihan denda hampir 1 lakh Rupee sekitar setahun setelah liburan.
  • Berupaya mencari cara legal untuk mengajukan keberatan atau pengurangan nilai denda.
  • Meminta saran dari pelancong lain yang memiliki pengalaman dengan hukum lalu lintas Swiss.
  • Mempertanyakan transparansi sistem pengiriman surat tilang yang memakan waktu lama.

Pesan tersebut menjadi viral dengan jutaan tayangan dan memicu diskusi mengenai kepatuhan hukum saat berkendara di negara asing.

Banyak pengguna media sosial menyoroti ketatnya aturan lalu lintas di Eropa.

Respons dan Peringatan dari Netizen

Unggahan tersebut segera dibanjiri komentar dari warganet yang memberikan berbagai perspektif. Mayoritas menyarankan agar denda segera dilunasi untuk menghindari komplikasi di masa depan.

>>> Review Film Normal: Aksi Bob Odenkirk Bongkar Intrik Pejabat yang Mengejutkan

Beberapa pengguna memperingatkan bahwa mengabaikan denda dari otoritas Swiss dapat berdampak buruk pada pengajuan visa Schengen berikutnya.