Film terbaru berjudul "Normal" menghadirkan Bob Odenkirk sebagai Ulysses, seorang sheriff sementara yang ditugaskan ke kota kecil bernama Normal.

Ia menggantikan Sheriff Gunderston yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenakkan saat hendak memancing.

>>> Viral Video Mensos Tunggu Seskab Teddy, Warganet Soroti Birokrasi

Suasana Kota Normal yang Menipu

Normal digambarkan sebagai kota sangat tenang dengan populasi kurang dari 2.000 jiwa. Hampir tidak ada gejolak besar yang perlu dikhawatirkan aparat keamanan.

Ulysses menjalani rutinitas membosankan seperti berpatroli, menikmati kopi, hingga menangani konflik sepele antarwarga. Salah satunya menangani pelanggan yang menolak membayar belanjaan.

Namun, instingnya sebagai penegak hukum senior membuatnya merasa ada yang janggal. Kejanggalan pertama muncul saat Alex, putri mendiang Gunderston, dilarang menghadiri pemakaman ayahnya sendiri.

Kecurigaan semakin kuat ketika Wali Kota Kibner yang diperankan Henry Winkler mulai mendekati Ulysses secara personal. Sang wali kota mencoba memengaruhi kebijakan Ulysses melalui lobi dan arahan subjektif.

Ketegangan memuncak saat pasangan kekasih Lori dan Keith melakukan aksi nekat merampok bank lokal. Perampokan amatir ini ternyata memiliki tujuan khusus mengambil sesuatu yang sangat berharga.

Alur Cerita yang Kontras dan Dinamis

Sutradara Ben Wheatley membuka film dengan adegan sangat mengejutkan dan penuh kekerasan. Pembukaan bombastis ini membuat penonton langsung terjaga sejak menit awal.

Meski diawali tensi tinggi, film bertransformasi menjadi drama slice of life yang cukup panjang. Penonton diajak mengikuti keseharian Ulysses berinteraksi dengan warga yang tampak biasa-biasa saja.

Perubahan tempo ini mungkin terasa drastis bagi sebagian penonton yang mengharapkan aksi tanpa henti. Fase melambat ini menyajikan detail kehidupan warga yang sangat normal, bahkan cenderung datar.