Beberapa faktor yang memperparah kondisi: pengangkatan tanpa mempertimbangkan anggaran daerah, rekrutmen tenaga administrasi yang dialihkan menjadi pengajar tanpa latar belakang keguruan, dan kurangnya koordinasi lintas daerah dalam distribusi guru.

Meski menghadapi warisan masalah puluhan tahun, Abdul Mu'ti berkomitmen tidak mencari kambing hitam. Ia lebih memilih fokus mencari solusi nyata.

Langkah Nyata dan Program Beasiswa

Pemerintah menyadari perbaikan kesejahteraan dan kualifikasi harus berjalan beriringan. Berikut ringkasan skema bantuan dan target pengembangan guru yang direncanakan kementerian:

  • Pendidikan Lanjutan RPL: 12.500 Guru TK & SD (2025) – Rp 3.000.000/Semester
  • Pendidikan Lanjutan RPL: 150.000 Guru Semua Jenjang (2026) – Rp 3.000.000/Semester
  • Pelatihan Kompetensi Guru Mapel (MGMP/MKKS) – Setiap Tahun – Dibiyai Dana BOS

Skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) digunakan agar pengalaman mengajar diakui sebagai beban studi.

Selain itu, ada kebijakan "satu hari belajar untuk guru" di mana satu hari dalam seminggu dialokasikan khusus untuk belajar tanpa beban mengajar.

Kegiatan belajar bisa melalui MGMP dengan mendatangkan narasumber ahli. Pendanaannya dari dana BOS, sehingga tidak ada alasan bagi guru untuk tidak meningkatkan kapasitas diri.

>>> Lauk Ayam Goreng dan Daging di Warteg Mulai Sepi Peminat, Ada Apa?

Mu'ti mengakui tantangan mentalitas masih ada karena tidak semua guru siap terus belajar. Perubahan budaya kerja memerlukan waktu dan konsistensi agar kualitas pendidikan Indonesia benar-benar bertransformasi.