Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menarik perhatian publik karena kesederhanaannya. Ia kerap menggunakan moda transportasi umum seperti MRT tanpa iring-iringan pengawal.

Gaya hidup ini bukan sekadar strategi pencitraan. Sebagai Profesor sekaligus Sekretaris Umum Muhammadiyah, kebiasaan hemat sudah mendarah daging jauh sebelum ia masuk kabinet.

>>> Prabowo Ingatkan Pembangunan Ekonomi 2026: Jangan Hanya Kejar Statistik

Filosofi Hidup dan Prinsip Kesederhanaan

Bagi Abdul Mu'ti, kesederhanaan adalah landasan filosofis yang kuat. Ia berpegang pada pepatah Jawa "ajining raga ana ing busana, ajining diri ana ing lathi".

Maknanya, kehormatan seseorang tidak ditentukan oleh jabatan, melainkan dari perilaku dan tutur kata. Ia sadar kemewahan jabatan hanyalah titipan sementara.

Prinsip ini ia bawa saat kunjungan kerja ke berbagai daerah. Alih-alih hotel bintang lima, ia lebih sering menginap di balai atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik kementerian.

Ia pernah bermalam di hotel praktik milik SMK Negeri dan menikmati pengalaman itu. Momen tersebut ia gunakan untuk mengamati siswa jurusan perhotelan berlatih melayani tamu.

Cerita Unik di Dalam MRT

Pengalaman menarik dialami Abdul Mu'ti saat duduk sebagai penumpang MRT. Seorang penumpang di sampingnya menatap dengan penuh keraguan, seolah mengenali wajah sang menteri namun tidak yakin.

Penumpang itu diam-diam membuka Google untuk memverifikasi identitas. Setelah yakin, barulah ia menyapa dan bertanya mengenai tujuan perjalanan.

Kisah ini sering diceritakan Mu'ti sambil tertawa sebagai gambaran betapa asingnya pejabat di transportasi publik. Namun, ia ingin menyampaikan bahwa jabatan adalah amanah yang akan berakhir.

Ia tidak ingin kaget saat nanti tidak lagi menjabat.

Mu'ti memilih tetap menjadi dirinya sendiri, seorang guru dan akademisi, dengan prinsip: banyak merasa kurang, sedikit merasa cukup.