Kabar penutupan serentak gerai Indomaret pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026 ramai di media sosial. Banyak pelanggan yang mendapati gerai langganan mereka tidak beroperasi.

Serikat Pekerja Nasional (SPN) akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Ketua Umum DPP SPN, Iwan Kusnawan, menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan dampak dari kesepakatan antara pekerja dan manajemen.

Penyebab Penutupan Gerai

Menurut Iwan, kedua belah pihak telah mencapai titik temu untuk merundingkan ulang beberapa poin krusial.

Fokus utama adalah status dan hak karyawan saat jadwal kerja bertepatan dengan hari libur nasional.

Karyawan yang memilih tidak bekerja pada hari libur nasional tidak wajib masuk. Bagi yang tetap bertugas, perusahaan wajib memberikan kompensasi lembur sesuai regulasi.

Iwan menegaskan bahwa tindak lanjut pertemuan memberikan kebebasan bagi karyawan untuk menikmati hari libur. Bekerja di hari libur nasional bersifat lembur dan tidak bisa dipaksakan.

Jika ada staf yang bersedia masuk, penghitungan upah harus transparan. Manajemen diminta memastikan tidak ada pengecualian dalam pemberian hak upah lembur.

Alasan utama beberapa gerai tutup adalah ketiadaan karyawan yang masuk saat hari libur nasional. Kondisi ini terjadi secara alami sebagai bentuk penggunaan hak libur.

SPN belum memegang angka pasti total gerai yang berhenti beroperasi sementara. Laporan resmi masih menunggu data lengkap dari manajemen Indomarco.

Kronologi dan Kesepakatan

Informasi penghentian operasional awalnya menyebar melalui platform media sosial X (dahulu Twitter). Sebuah pengumuman menyebutkan Indomaret tidak melayani konsumen pada akhir Mei hingga awal Juni 2026.

Situasi ini berakar dari pertemuan pada Selasa, 26 Mei 2026, antara manajemen PT Indomarco Prismatama dengan SPN dan SPMI.