Iran Perketat Kontrol Selat Hormuz, AS Pertahankan Blokade Laut
Iran secara resmi mengumumkan kontrol penuh atas Selat Hormuz pada Sabtu (30/5/2026). Pengumuman ini disampaikan oleh Komando Markas Pusat Khatam al-Anbiya.
Seluruh aktivitas pelayaran di kawasan tersebut kini berada di bawah pengawasan militer Iran. Setiap kapal yang melintas wajib melalui rute yang ditetapkan dan memperoleh izin resmi.
>>> Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis Mulai 2026
Izin navigasi dikeluarkan langsung oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Kebijakan ini berlaku untuk semua jenis kapal, termasuk kapal dagang dan tanker minyak.
Dalam 24 jam terakhir, IRGC melaporkan 20 kapal berhasil melintas setelah berkoordinasi dengan otoritas Iran. Kapal-kapal tersebut umumnya membawa pupuk kimia dan kebutuhan logistik lainnya.
Latar Belakang Ketegangan
Pengetatan di Selat Hormuz merupakan kelanjutan dari kebijakan sejak 28 Februari 2026. Saat itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan ke wilayah Iran.
Sebagai balasan, Iran melarang semua kapal yang berafiliasi dengan AS atau Israel melintasi selat tersebut. Langkah ini berdampak signifikan terhadap arus logistik negara-negara terkait.
AS kemudian menerapkan blokade laut terhadap Iran untuk membatasi ruang gerak kapal menuju atau keluar dari pelabuhan utama Iran.
Strategi ini bertujuan menekan stabilitas ekonomi Iran.
>>> Lando Norris Didiskualifikasi, Peluang Max Verstappen Juara F1 2026 Terbuka Lebar!
Sikap AS dan Reaksi Iran
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan blokade tetap berlaku dalam forum Dialog Shangri-La. Ia menyatakan tidak ada pencabutan dalam waktu dekat.
Pernyataan ini mengklarifikasi sinyal pelonggaran yang sempat muncul dari Presiden Donald Trump. Hegseth memastikan operasional militer di lapangan berjalan sesuai perintah blokade awal.
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengecam sikap AS. Ia menilai ketidakkonsistenan antara pernyataan presiden dan menteri pertahanan AS menunjukkan kurangnya itikad baik dalam diplomasi.
Konflik ini berakar dari serangan pada 28 Februari 2026 yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Gencatan senjata pada April hanya berlangsung singkat.
Negosiasi lanjutan untuk perdamaian jangka panjang selalu menemui jalan buntu. Kedua pihak masih memegang posisi tawar yang keras.
>>> Jejak Juara Piala AFF U-19: Misi Nova Arianto Lampaui Indra Sjafri di 2026
Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dunia. Ketegangan yang meningkat dipastikan akan mengguncang pasar energi internasional dan harga minyak global.
Update Terbaru
Sinopsis dan Jadwal Tayang Drakor Spooky in Love serta Link Streaming Netflix Sub Indo
Jumat / 17-07-2026, 13:43 WIB
7 Aplikasi Nonton Drama Pendek yang Bisa Menambah Saldo Dana Gratis di 2026
Jumat / 17-07-2026, 13:42 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 17 Juli: Pisces Introspeksi Diri, Gemini Perbaiki Komunikasi
Jumat / 17-07-2026, 13:42 WIB
Anting Kuno Zendaya di Tur The Odyssey Diduga Hasil Penjarahan dari Iran
Jumat / 17-07-2026, 13:42 WIB
Supermodel Paulina Porizkova Nikah Lagi di Usia 61, Jodoh dari Aplikasi Kencan
Jumat / 17-07-2026, 13:42 WIB
HBA Batu Bara Kalori Tinggi Tembus US$131,85 per Ton pada Pertengahan Juli
Jumat / 17-07-2026, 13:32 WIB
Distribusi BBM di Sumut Membaik, Pertamina Pastikan Pasokan Aman
Jumat / 17-07-2026, 13:28 WIB
Ditagih Barang Bukti oleh dr. Tifa, Pihak Jokowi: Ini Menarik
Jumat / 17-07-2026, 13:28 WIB
Sidang Ijazah Jokowi: dr. Tifa Siap Periksa Saksi Secara Detail
Jumat / 17-07-2026, 13:27 WIB
itel Luncurkan Power Bank Zeno dengan Kapasitas 20.000mAh dan Pengisian Cepat 45W
Jumat / 17-07-2026, 13:23 WIB
Tak Hanya Blokir 3,7 Juta Situs, 32 Ribu Rekening Judol Ikut Dibasmi
Jumat / 17-07-2026, 13:23 WIB
Paten Honda V3R Bocor, Motor V3 Supercharger Siap Produksi?
Jumat / 17-07-2026, 13:22 WIB







