Marinir Amerika Serikat menaiki kapal dagang M/T Wen Yao di Teluk Oman pada Kamis, 16 Juli 2026, sebagai bagian dari blokade angkatan laut yang baru diberlakukan terhadap pelabuhan Iran.

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi operasi itu bertujuan menegakkan kepatuhan terhadap blokade yang dimulai awal pekan setelah runtuhnya kesepakatan damai sementara.

>>> 7 Staycation Hidden Gem di Jawa Barat yang Jarang Diketahui, Bikin Betah!

Pasukan AS juga mengalihkan tiga kapal dagang lain yang mencoba melewati perimeter keamanan.

Penaikan kapal itu bertepatan dengan perluasan kampanye serangan udara AS yang menghantam infrastruktur Iran selatan, termasuk jembatan-jembatan penting.

Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke Bahrain, Qatar, dan Kuwait.

Perkembangan ini secara signifikan mengurangi transit kargo melalui Selat Hormuz yang strategis.

Centcom mengeluarkan pernyataan di media sosial untuk menjelaskan tujuan penaikan kapal tersebut.

>>> Kenapa Anak Harus Masuk SD di Usia 7 Tahun? Ini Alasan Psikologis dan Tumbuh Kembangnya

"Untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung," kata Centcom.

Presiden AS Donald Trump, berbicara kepada audiens domestik di tengah kampanye militer yang meningkat, menyatakan optimisme tentang operasi yang sedang berlangsung.

Ia mengatakan AS "menang besar di Iran" dan rakyat Amerika "akan melihat hasil kerja itu dalam waktu yang sangat, sangat singkat."

Sementara aksi militer meningkat, muncul perkembangan diplomatik terkait seorang tahanan yang dibebaskan, yang diumumkan Trump di media sosial sebagai isyarat niat baik oleh Teheran.

Pengacara hak asasi manusia Jared Genser mengidentifikasi orang yang dibebaskan sebagai Dena Karari, warga negara AS-Iran yang didakwa melakukan spionase.

>>> Profil ONIC Ssamuel: Roamer Muda ONIC Esports yang Menjanjikan

Namun, media pemerintah Iran kemudian membantah klaim adanya pembebasan tahanan.