Trump Klaim Kesepakatan Iran Kian Dekat, Soroti Isu Uranium dan Hormuz
Dalam penyusunan nota kesepahaman, Trump memberikan perhatian khusus pada aspek teknis nuklir Iran.
Ia menuntut kejelasan mengenai mekanisme pengalihan uranium yang telah diperkaya milik Teheran kepada pihak AS.
Isu jalur perdagangan internasional juga menjadi poin krusial, terutama klausul yang mengatur operasional Selat Hormuz.
>>> Rupiah Terancam Depresiasi Ekstrem, Lonjakan Risk Premium 2026 Mengejutkan Pasar
Berdasarkan laporan Axios, Trump berkomitmen memantau langsung perkembangan ini sebelum mengambil keputusan final.
Hingga saat ini, kesepahaman akhir belum tercapai secara menyeluruh.
Beberapa poin sensitif masih menjadi bahan perdebatan sengit antara delegasi Washington dan Teheran.
Trump baru saja melakukan pengarahan intelijen di Washington pada Jumat pagi (29/5) untuk mengevaluasi data terbaru keamanan dan politik di Iran.
Laporan The New York Times menyebutkan Trump kini mengajukan syarat yang jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya.
Proposal revisi telah dikirimkan kepada pemerintah Iran sebagai tawaran pamungkas.
Rincian poin utama dalam rancangan kesepakatan terbaru meliputi:
- Iran harus memberikan komitmen tertulis untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
- Batas waktu 60 hari untuk menyelesaikan detail program nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi.
- Pengaturan jadwal spesifik pengalihan persediaan uranium yang telah diperkaya kepada AS.
- Pembatasan ketat terhadap seluruh aktivitas pengayaan uranium Iran di masa depan.
- Revisi aturan operasional di Selat Hormuz untuk menjamin stabilitas keamanan maritim.
Rancangan ini diharapkan menjadi peta jalan normalisasi hubungan kedua negara jika Iran menerima syarat tersebut.
Fokus utama Washington tetap pada transparansi total material nuklir yang dikembangkan Teheran.
Seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan yang dibutuhkan adalah detail teknis yang sangat spesifik, termasuk tata cara AS menerima material dan jadwal transfer.
Poin-poin krusial yang masih dibahas meliputi transfer uranium diperkaya, jaminan akses Selat Hormuz, pencabutan sanksi bertahap, dan larangan pengembangan hulu ledak nuklir.
Perundingan ini merupakan proses kompleks yang melibatkan banyak aspek keamanan nasional.
Keberhasilan kesepakatan akan bergantung pada respons Iran terhadap usulan revisi Washington.
Pihak Iran diperkirakan memberikan jawaban resmi dalam tiga hari ke depan.
Respons ini akan menjadi indikator apakah eskalasi konflik berakhir atau memasuki babak baru.
Sejarah konflik meninggalkan luka mendalam, terutama setelah serangan gabungan AS-Israel pada Februari lalu.
Tingginya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur menjadi alasan kuat tekanan internasional untuk perdamaian.
>>> Bantah Persulit Ruben Onsu Temui Anak, Pihak Sarwendah Beri Jawaban Mengejutkan
Strategi blokade pelabuhan yang dijalankan AS menunjukkan Washington tidak akan mengendurkan tekanan sebelum kesepakatan resmi diteken.
Update Terbaru
BMKG Prakirakan Cuaca Bandung Esok Hari Didominasi Hujan Ringan dan Awan Tebal
Senin / 01-06-2026, 18:40 WIB
Rupiah Melemah di 2026, Sektor Industri Tercekik dan Butuh Solusi Cepat
Senin / 01-06-2026, 18:40 WIB
XPeng G6 Pro Resmi Dikirim ke Konsumen di Indonesia
Senin / 01-06-2026, 18:39 WIB
ASDP Izinkan Kendaraan Listrik Menyeberang dengan Syarat Keselamatan Ketat
Senin / 01-06-2026, 18:35 WIB
Resmi: Luis Suarez Dicoret dari Timnas Uruguay, Era Bielsa Berlanjut Tanpa El Pistolero di Piala Dunia 2026
Senin / 01-06-2026, 18:35 WIB
Max Verstappen Rahasiakan Wajah Putrinya, Ini Alasannya
Senin / 01-06-2026, 18:34 WIB
Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di Arab Saudi
Senin / 01-06-2026, 18:30 WIB
TenTen Resmi Gabung MURASH GAMING, VCL Japan 2026 Makin Memanas!
Senin / 01-06-2026, 18:30 WIB
Klasemen MotoGP 2026: Bezzecchi Kokoh di Puncak Usai Menang di Mugello
Senin / 01-06-2026, 18:29 WIB
Timnas Indonesia U-19 Hadapi Myanmar di Laga Pembuka Piala AFF U-19 2026
Senin / 01-06-2026, 18:25 WIB
Comfortable Silence: Seni Komunikasi Tanpa Kata yang Makin Dicari
Senin / 01-06-2026, 18:25 WIB
Omzet Warteg di Jakarta Anjlok, Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli dan Harga Bahan Melonjak
Senin / 01-06-2026, 18:24 WIB
Arsenal vs Manchester City: Persaingan Juara Liga Inggris Kian Panas
Senin / 01-06-2026, 18:20 WIB
Danantara Jadi Eksportir Tunggal CPO-Batu Bara 2026, Airlangga: Resmi Perkuat Tata Kelola
Senin / 01-06-2026, 18:20 WIB






