Polres Probolinggo mengerahkan puluhan personel kepolisian untuk mengamankan rangkaian ritual Yadnya Kasada di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.

Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran upacara adat sakral suku Tengger.

>>> Jenazah Ryamizard Ryacudu Tiba di Rumah Duka Cikeas, Pelayat Mulai Berdatangan

Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, mengonfirmasi bahwa petugas telah disiagakan di berbagai titik strategis di Desa Ngadisari.

Fokus pengamanan adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang menjalankan ibadah tahunan.

Distribusi Personel dan Titik Pengamanan

Ritual adat berlangsung selama dua hari, mulai Minggu hingga Senin dini hari. Pusat kegiatan berada di Pura Luhur Poten dan Kawah Bromo.

Penempatan personel meliputi pengamanan jalur transportasi, lokasi pengukuhan, lautan pasir, Pura Luhur Poten, Kawah Gunung Bromo, dan pengawalan VVIP.

Sebanyak 92 personel dikerahkan melalui skema pengamanan terbuka dan tertutup.

Polisi juga berkolaborasi dengan berbagai instansi lintas sektor agar seluruh tahapan upacara berjalan lancar.

>>> Kasus Suap Blueray, KPK Didorong Periksa Dirjen Bea Cukai

Imbauan Ketertiban bagi Pengunjung

Kapolres Probolinggo menekankan pentingnya menjaga suasana khidmat selama prosesi adat. Masyarakat diminta menghormati tradisi sakral ini dengan tidak memicu kegaduhan.

Larangan selama kegiatan meliputi sound system, petasan, dan knalpot brong. Pihak kepolisian juga mengajak semua elemen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan konservasi.

Makna Ritual Yadnya Kasada

Yadnya Kasada merupakan warisan leluhur suku Tengger sebagai simbol rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Tradisi ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap para leluhur.

Rangkaian upacara 2026 dimulai dengan Semeninga atau Wiwit, dilanjutkan Mendak Tirta dan Atur Suguh.

Agenda berlanjut dengan Pawedalan di Pura Luhur Poten serta malam resepsi di Pendapa Agung Desa Ngadisari.

Berikut jadwal utama ritual Yadnya Kasada 2026:

>>> HNW Soroti Kasus Hanania Group: Desak Ganti Rugi dan Cabut Izin di 2026

  • Minggu: Semeninga, Mendak Tirta, & Resepsi di Desa Ngadisari & Kawasan Tengger
  • Minggu Malam: Pawedalan & Doa Bersama di Pura Luhur Poten
  • Senin Dini Hari: Puncak Ritual & Labuh Sesaji di Kawah Gunung Bromo

Balai Besar TNBTS menutup total akses wisata Gunung Bromo bagi publik mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026 untuk menjaga kekhusyukan ritual.