Jenazah Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu tiba di rumah duka di kawasan Cikeas, Bogor, pada Minggu (31/5/2026) sore.

Kedatangan jenazah disambut haru oleh keluarga dan kerabat yang telah menunggu.

>>> Kasus Suap Blueray, KPK Didorong Periksa Dirjen Bea Cukai

Iring-iringan mobil jenazah memasuki Perumahan Puri Wira Bhakti 1/1b Cikeas sekitar pukul 16.54 WIB.

Peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih diturunkan perlahan oleh personel TNI dari ambulans.

Suasana religius terasa kental saat peti dipindahkan ke dalam rumah duka.

Kalimat tahlil dilantunkan khidmat oleh para pembawa peti saat melangkah masuk.

Para pelayat mulai berdatangan silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir.

Tokoh militer dan rekan sejawat almarhum tampak memadati area sekitar.

Keberangkatan dari RSPAD Jakarta

Sebelum tiba di Bogor, jenazah diberangkatkan dari RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, sekitar pukul 16.00 WIB.

Proses pemberangkatan berlangsung khidmat dengan pengawalan ketat TNI.

Personel TNI mengangkat peti jenazah sebelum dimasukkan ke kendaraan pengantaran.

Pelepasan jenazah disaksikan keluarga, kerabat, dan jajaran TNI.

Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, turut hadir sebelum iring-iringan bergerak menuju Bogor.

>>> HNW Soroti Kasus Hanania Group: Desak Ganti Rugi dan Cabut Izin di 2026

Wafat pada Usia 76 Tahun

Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada Minggu siang, 31 Mei 2026, di usia 76 tahun.

Ia menjalani perawatan medis di RSPAD Gatot Soebroto sebelum mengembuskan napas terakhir.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi almarhum wafat pukul 14.03 WIB karena sakit.

Jenazah langsung menjalani pemulasaraan di Rumah Duka RSPAD.

Kepergian tokoh militer ini membawa duka mendalam bagi institusi pertahanan dan TNI.

Profil Singkat dan Karier Militer

Ryamizard Ryacudu menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019 di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

Ia juga pernah menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (2002–2005), Pangkostrad (2000–2002), dan Pangdam Jaya (1999–2000).

Almarhum dikenal sebagai prajurit tulen yang konsisten dengan prinsip bela negara.

Banyak tokoh nasional memberikan testimoni tentang ketegasan dan kejujurannya.

Megawati Soekarnoputri mengenangnya sebagai prajurit sejati yang loyal pada tanah air.

KSP Dudung Abdurachman juga menyebut almarhum sebagai pejuang yang tak pernah lelah membela bangsa.

>>> Resmi! Ekspor 3 Komoditas via DSI Berlaku Penuh 1 Januari 2027, Ini Tahapnya

Pemakaman rencananya akan dilakukan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Senin esok.