Pemerintah Indonesia resmi menetapkan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Langkah ini bertujuan mengonsolidasikan pengelolaan komoditas unggulan dalam negeri.

Pelaksanaan penuh kebijakan ini dijadwalkan mulai 1 Januari 2027. Pemerintah telah menyiapkan periode transisi yang dimulai lebih awal.

>>> Profil Nora Tristyana Istri Ryamizard Ryacudu Eks Menhan yang Meninggal Dunia: Umur, Agama dan Akun Instagram

Tahapan Implementasi dan Komoditas Terdampak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan tiga komoditas utama masuk tahap awal program ini. Komoditas tersebut meliputi batu bara, kelapa sawit, serta ferro alloy.

Fase awal atau periode transisi dimulai pada 1 Juni 2026. Selama masa ini, eksportir wajib melaporkan seluruh aktivitas pengiriman barang melalui platform PT DSI.

Berikut jadwal tahapan implementasi ekspor satu pintu melalui PT DSI:

  • Fase Transisi: 1 Juni 2026 – Pelaporan wajib melalui portal PT DSI
  • Evaluasi Tahap I: September 2026 – Penilaian efektivitas tiga bulan pertama
  • Implementasi Penuh: 1 Januari 2027 – Pemberlakuan total sistem ekspor satu pintu

Pemerintah memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk beradaptasi. Evaluasi berkala akan dilakukan guna memastikan sistem berjalan tanpa hambatan teknis.

Kesiapan Sistem dan Transparansi Operasional

Airlangga menekankan bahwa pelaporan ekspor tetap dilayani Bea Cukai melalui format akses portal terintegrasi. Hal ini untuk menjaga kelancaran kontrak dagang yang sedang berjalan.

Dengan jeda waktu hingga 2027, pemerintah berharap kepastian berusaha bagi eksportir tetap terjaga. Pengusaha memiliki waktu cukup untuk menyesuaikan administrasi sesuai aturan baru.

>>> Data Terbaru 2026: Gadget Keluarga RI Rentan Diretas, Ini Faktanya

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan komitmen terhadap transparansi. Ia memastikan pengelolaan PT DSI akan dilakukan dengan standar integritas tinggi.

Dony menyatakan pihaknya tidak ingin kebijakan ini menimbulkan masalah baru. Pengawasan ketat sedang dilakukan, termasuk dalam proses seleksi personel yang akan mengelola PT DSI.

Pengembangan Teknologi Pendukung

Selain fokus pada sumber daya manusia, Danantara juga memperkuat infrastruktur digital. Pengembangan sistem teknologi informasi menjadi prioritas untuk mendukung aktivitas ekspor yang masif.

Sistem canggih diharapkan mempermudah proses pemantauan dan pelaporan bagi pelaku industri.

Dalam waktu dekat, pemerintah juga berencana mengumumkan nama-nama jajaran manajemen yang akan mengisi posisi strategis di PT DSI.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar Indonesia memperkuat nilai tawar komoditas di pasar global.

>>> Paus Leo Serukan Pembatasan Ketat AI di Medan Perang

Melalui manajemen satu pintu, pengawasan devisa hasil ekspor diharapkan menjadi lebih efektif dan akuntabel.