Saham Semikonduktor Melesat, Trader Justru Pasang Taruhan Bakal Longsor di 2026
Strategi ini digunakan untuk meminimalkan kerugian jika sewaktu-waktu pasar berbalik arah.
Menurut Francis, para pemodal saat ini lebih memilih untuk memproteksi keuntungan mereka daripada terus memburu kenaikan harga.
>>> Minimarket Indomaret Tutup 31 Mei dan 1 Juni 2026, Dipicu Sengketa Aturan Lembur
Ia menilai respons protektif ini justru bisa membuat tren kenaikan menjadi lebih stabil dibandingkan sekadar gelembung ekonomi yang mudah pecah.
Meskipun minat pada kontrak put sangat tinggi, hal tersebut tidak selalu berarti pasar sedang pesimis terhadap masa depan industri semikonduktor.
Tingginya permintaan opsi pada ETF juga dipicu oleh mahalnya biaya perdagangan opsi pada saham perusahaan chip secara individual.
Sebagai gambaran, tingkat volatilitas di sektor chip jauh melampaui indeks S&P 500 yang hanya berada di level 16 persen.
Beberapa saham spesifik bahkan mencatatkan volatilitas yang sangat ekstrem.
Micron Technology memiliki tingkat volatilitas tersirat yang mencapai angka 105 persen. Nvidia dan saham chip lainnya mengalami lonjakan premi opsi akibat permintaan pasar yang masif terhadap teknologi AI.
Daftar tersebut menunjukkan betapa mahalnya biaya yang harus dikeluarkan investor jika ingin bertransaksi opsi pada saham-saham individu di sektor ini.
Efisiensi Transaksi Melalui ETF
Co-founder TheoTrade, Don Kaufman, mengungkapkan bahwa para trader kini lebih condong menggunakan ETF sektor karena dianggap lebih efisien.
Bertransaksi pada saham individu saat volatilitas sedang tinggi dinilai sangat menguras modal karena premi yang terlalu mahal.
Kaufman sendiri mengaku telah mengambil strategi put spread pada SMH untuk periode jatuh tempo akhir Agustus mendatang.
Ia memprediksi akan terjadi koreksi besar setelah sektor ini mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan.
Langkah yang diambilnya merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi pullback atau pembalikan harga.
Ia berpendapat bahwa reli saham chip mungkin sudah mendekati titik jenuh mengingat valuasi yang sudah sangat tinggi.
>>> 5 Ciri Rumah Second Bernilai Jual Tinggi yang Paling Dicari 2026
Fenomena ini mencerminkan sikap hati-hati para profesional di Wall Street. Meskipun sektor teknologi sedang memimpin pasar, risiko koreksi tetap menjadi perhatian utama bagi para pengelola dana besar.
Update Terbaru
Indonesia Resmi Punya Radar GCI Pertama, Jangkauan Deteksi Capai 515 Kilometer
Jumat / 17-07-2026, 23:42 WIB
Prabowo Bocorkan Indonesia Segera Luncurkan Kendaraan Listrik Nasional
Jumat / 17-07-2026, 23:42 WIB
Indonesia Terima Enam Jet Latih T-50i Tambahan dari Korea Selatan
Jumat / 17-07-2026, 23:38 WIB
Indonesia Jadi Pendiri WAICO, Target Manfaat Ekonomi AI US$400 Miliar
Jumat / 17-07-2026, 23:38 WIB
Australia Pimpin Dunia dalam Tenaga Surya per Rumah Tangga, Bukan karena Sinar Matahari
Jumat / 17-07-2026, 23:38 WIB
Rosetta Miller-Perry, Tokoh Pers dan Aktivis HAM, Meninggal di Usia 91
Jumat / 17-07-2026, 23:35 WIB
Kebakaran Semak di Dekat Campo Ancam Bangunan, Evakuasi Diperintahkan
Jumat / 17-07-2026, 23:35 WIB
Adam Sandler Tanya Polisi Nantucket Tempat Main Basket
Jumat / 17-07-2026, 23:35 WIB
Keamanan 'TODAY' Show Ditingkatkan Usai Insiden Penyusup
Jumat / 17-07-2026, 23:35 WIB
Milania Giudice Tertawa di Mobil Polisi Usai Ditangkap karena Penganiayaan
Jumat / 17-07-2026, 23:35 WIB
Kakak GloRilla Ingin Berdamai dengan Ibu, Bukan dengan Rapper
Jumat / 17-07-2026, 23:33 WIB
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Meksiko, Picu Peringatan Tsunami
Jumat / 17-07-2026, 23:33 WIB
Igor Tolic Legowo Lepas Frans Putros dari Persib Bandung
Jumat / 17-07-2026, 23:33 WIB
Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan
Jumat / 17-07-2026, 23:28 WIB







