Membeli rumah bekas masih menjadi pilihan populer karena harga lebih terjangkau dan lokasi di kawasan matang. Namun, tidak semua rumah second punya potensi investasi yang baik.

Berikut lima ciri yang membuat rumah second bernilai jual tinggi dan paling dicari pada 2026.

>>> Harga BBM Pertamina Terbaru Juni 2026: Dexlite dan Pertamina Dex Turun Rp3 Ribu

1. Lokasi Strategis

Lokasi tetap menjadi faktor utama penentu harga properti. Rumah second di titik strategis selalu diburu karena memudahkan mobilisasi.

Keunggulan lokasi bisa diukur dari jarak ke fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, mal, tempat ibadah, dan pusat perkantoran.

Semakin dekat dan lengkap fasilitasnya, potensi kenaikan nilai jual semakin pesat.

Indikator lokasi potensial meliputi kedekatan dengan akses jalan tol baru, kawasan pusat bisnis, transportasi publik modern, dan sekolah atau universitas ternama.

Properti di area ini juga cocok untuk aset sewa.

2. Akses Transportasi dan Mobilitas Lancar

Konektivitas dan akses jalan menjadi pertimbangan utama masyarakat urban. Rumah dengan pilihan transportasi yang baik akan mengalami kenaikan harga lebih cepat.

Calon pembeli mencari rumah yang memangkas waktu perjalanan ke tempat kerja atau sekolah. Hunian dekat gerbang tol, stasiun kereta, terminal bus, atau halte transportasi umum sangat diminati.

Kondisi fisik akses jalan juga penting. Jalan lebar dan beraspal baik membuat mobilitas lancar.

Lingkungan bebas kemacetan parah di jam sibuk menjadi nilai plus.

3. Lingkungan Bebas Banjir

Banjir bisa menjatuhkan harga properti drastis. Rumah second di wilayah bebas banjir memiliki nilai jual lebih stabil.

Sebelum membeli, lakukan riset riwayat genangan di kawasan tersebut. Jangan hanya terpukau tampilan fisik rumah saat cuaca cerah.