Membeli rumah bekas memang lebih hemat dibandingkan membangun baru. Namun, calon pembeli sering kali terlalu fokus pada lokasi, desain, atau harga sehingga mengabaikan pemeriksaan struktur bangunan.

Padahal, kelalaian ini bisa memicu kerusakan parah di kemudian hari dan menelan biaya perbaikan yang sangat besar.

in1

>>> Promo JSM Alfamart 9 Mei 2026: Minyak Goreng dan Kebutuhan Dapur Murah

Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala awal gangguan pada fondasi dan bangunan.

Enam Tanda Kerusakan Struktur yang Perlu Diwaspadai

Berikut adalah enam tanda kerusakan struktur rumah bekas yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan membeli.

1. Retakan pada Dinding dan Lantai.

Munculnya celah atau retakan di permukaan dinding serta lantai menjadi petunjuk visual yang paling mudah dikenali. Pola retakan bisa berbentuk tegak lurus, mendatar, atau perpaduan keduanya.

Kondisi ini patut diwaspadai jika celah terlihat semakin meregang seiring waktu. Penambahan lebar retakan menjadi indikasi kuat adanya pergeseran fondasi.

2. Pintu dan Jendela Sulit Dioperasikan.

Hambatan saat membuka atau menutup pintu dan jendela sering dianggap sepele. Padahal, ini bisa menandakan bangunan mengalami perubahan posisi secara struktural.

Pergeseran fondasi membuat kusen tidak lagi presisi, sehingga memicu celah baru di sekitarnya.

3. Lantai Tidak Rata.

Permukaan lantai yang terasa miring atau bergelombang mengindikasikan penurunan tanah di bawah fondasi. Meski sulit dilihat, ketidakrataan ini bisa dirasakan saat berjalan.

>>> Investor Perlu Pahami Regulasi Sebelum Beli Saham Luar Negeri

Pemeriksaan lebih mendalam oleh ahli sangat disarankan jika kondisi ini ditemukan.

4. Celah pada Eksterior Rumah.

Bagian luar bangunan, terutama fondasi dan dinding luar, wajib diperiksa. Tekanan tanah bertahun-tahun bisa memicu keretakan pada batu bata atau beton dasar.