Router WiFi yang terpasang di rumah, kantor, atau kedai kopi dapat dialihfungsikan menjadi alat pengintai tanpa modifikasi fisik.

Temuan ini diungkap oleh peneliti dari Karlsruhe Institute of Technology (KIT), Jerman.

>>> Studi Ungkap Kemungkinan Kehidupan di Venus Berasal dari Bumi

Para peneliti mampu mengidentifikasi seseorang melalui analisis sinyal WiFi dengan tingkat akurasi mencapai 99,5 persen.

Hasil riset ini dipresentasikan dalam konferensi keamanan siber ACM Conference on Computer and Communications Security pada akhir 2025.

Cara Kerja WiFi Sensing

Mekanisme pemantauan ini menggunakan sistem bernama WiFi sensing. Gelombang radio dari jaringan WiFi berinteraksi, memantul, menyebar, dan diserap oleh benda serta manusia di sekitarnya.

Peneliti memetakan kondisi fisik lingkungan dengan menghitung perbedaan antara prediksi perilaku gelombang dan sinyal riil yang tertangkap.

"Dengan mengamati propagasi gelombang radio, kami dapat membuat gambar lingkungan dan orang yang ada di sana," ujar Thorsten Strufe, profesor KIT dan salah satu penulis studi.

Sistem ini bekerja seperti kamera pengawas, tetapi menggunakan gelombang radio, bukan cahaya. Celah keamanan utama berasal dari teknologi beamforming pada WiFi 5 yang tidak mengenkripsi data umpan balik.

>>> Layar Surya Berpotensi Bawa Pesawat Ruang Angkasa Menuju Antarbintang

Data tersebut dapat diakses tanpa instrumen khusus, bahkan tanpa masuk ke jaringan WiFi target.

Sistem tetap bisa memindai identitas orang yang tidak membawa gawai selama berada di area sinyal.

Tim KIT menggunakan model machine learning untuk membedakan profil manusia berdasarkan cara berjalan. Model AI hanya butuh beberapa detik untuk mengenali target dengan mendeteksi distorsi tubuh terhadap sinyal.

Eksperimen melibatkan hampir 200 sukarelawan yang berjalan dengan berbagai gaya melangkah. Julian Todt, penulis studi lainnya, memperingatkan potensi penyalahgunaan sebagai alat mata-mata massal.

"Anda bisa dikenali kemudian, misalnya oleh otoritas atau perusahaan," tegas Todt.

Metode serupa sebelumnya menggunakan Channel State Information (CSI) yang lebih sulit diterapkan karena memerlukan modifikasi firmware dan akurasinya hanya 82,4 persen.

>>> NVIDIA Siap Luncurkan Prosesor PC Pertama, Tantang Intel dan AMD

Menanggapi risiko privasi, para ilmuwan mendesak IEEE untuk memperketat proteksi data pada standar 802.11bf yang mengatur WiFi sensing.