CATL Siap Produksi Massal Baterai Sodium Ion untuk Kendaraan Listrik
Produsen baterai asal China, CATL, bersiap melakukan produksi massal baterai sodium ion mulai tahun ini. Langkah ini diambil sebagai alternatif baru bagi industri kendaraan listrik.
Teknologi baterai sodium ion menawarkan biaya produksi yang lebih rendah. Bahan baku natrium juga jauh lebih melimpah dibandingkan lithium ion konvensional.
>>> Harga BBM Pertamina 1 Juni 2026: Dexlite dan Pertamina Dex Turun hingga Rp 3.000
Hambatan utama dalam proses manufaktur baterai sodium ion dilaporkan telah berhasil diatasi. Perusahaan kini siap membawa teknologi tersebut ke tahap komersialisasi massal.
Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan baku lithium yang harganya cenderung fluktuatif.
CATL telah mengamankan kontrak pasokan sebesar 60 GWh, yang tercatat sebagai pesanan baterai sodium ion terbesar di dunia.
Target Pasar dan Pengembangan
Baterai sodium ion tidak hanya menyasar mobil penumpang, melainkan juga kendaraan komersial, jaringan penukaran baterai, hingga sistem penyimpanan energi.
CATL saat ini juga mengembangkan generasi baru baterai sodium ion dengan kepadatan energi lebih tinggi.
Target jarak tempuh yang dibidik mencapai 600 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Jika terealisasi, performa tersebut akan membuat baterai sodium ion mampu bersaing langsung dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang mendominasi pasar saat ini.
Selain fokus pada sodium ion, penelitian jangka panjang CATL juga mulai diarahkan pada teknologi baterai lithium air.
>>> Acura Legend V6 Langka dengan 30.000 Mil Muncul di Belanda
Teknologi ini menggunakan lithium metal sebagai elektroda negatif dan oksigen dari udara.
Baterai lithium air diklaim memiliki potensi kepadatan energi yang jauh lebih tinggi dengan bobot sistem yang lebih ringan.
Hal ini karena tidak memerlukan tempat penyimpanan oksigen di dalam baterai.
Produk baterai CATL telah digunakan oleh berbagai pabrikan otomotif dunia seperti Tesla, BMW, Mercedes-Benz, Volkswagen, Ford, Volvo Cars, dan Stellantis.
Merek kendaraan listrik asal China seperti Nio, XPeng, Li Auto, Zeekr, dan Geely Auto juga menjadi pelanggan setia.
Berdasarkan data China EV DataTracker pada April 2026, CATL telah memasok baterai kendaraan listrik sebanyak 29,06 GWh di pasar China.
Pangsa pasar yang dikuasai mencapai 46,6 persen.
>>> Pengemudi Dilarang Berlama-lama di Lajur Kanan Jalan Tol
Dari total pasokan tersebut, sekitar 19,53 GWh berasal dari baterai jenis LFP, sementara 9,53 GWh sisanya merupakan baterai jenis nickel manganese cobalt (NMC).
Update Terbaru
Infinity Ward Ubah Strategi Skin Kosmetik di Call of Duty Modern Warfare 4
Senin / 01-06-2026, 10:09 WIB
Jadwal Tes Koperasi Merah Putih 2026: Kisi-kisi Resmi dan Syarat Lolos
Senin / 01-06-2026, 10:09 WIB
Daftar Lengkap Tanggal Merah Juni 2026: Cek Jadwal Libur Nasional Terbaru
Senin / 01-06-2026, 10:09 WIB
10 Profesi Paling Terdampak AI dan Daftar Pekerjaan yang Aman
Senin / 01-06-2026, 10:04 WIB
PSN Papua Selatan Targetkan Serap 15.000 Tenaga Kerja Baru pada 2029
Senin / 01-06-2026, 10:04 WIB
Kevin Diks dan Emil Audero Tiba di Jakarta, Timnas Indonesia Semakin Kuat
Senin / 01-06-2026, 10:04 WIB
Alasan Susanti Upin dan Ipin Pindah ke Malaysia
Senin / 01-06-2026, 09:59 WIB
3 Contoh Pidato Hari Kebangkitan Nasional 2026, Singkat dan Penuh Makna
Senin / 01-06-2026, 09:59 WIB
Jadwal dan Syarat SPMB Surabaya 2026 Jalur Afirmasi Disabilitas
Senin / 01-06-2026, 09:59 WIB
Marc Marquez Gagal Finis Lima Besar di MotoGP Italia 2026
Senin / 01-06-2026, 09:54 WIB
Mengintip Gaji dan Kekayaan Fantastis Lando Norris, Juara F1 2026
Senin / 01-06-2026, 09:54 WIB
Resmi! Ole Romeny hingga Kevin Diks Perkuat Timnas Indonesia Juni 2026
Senin / 01-06-2026, 09:54 WIB
Ufotable Rilis Ilustrasi Ulang Tahun Mitsuri Kanroji 2026
Senin / 01-06-2026, 09:49 WIB
BTS Gelar BTS FESTA 2026, Rayakan 13 Tahun Debut di Busan
Senin / 01-06-2026, 09:49 WIB






