Fungsi utama DSI adalah menjadi pintu tunggal ekspor untuk mencegah praktik manipulasi harga. DSI juga bertugas memberantas aksi under-invoicing yang merugikan penerimaan pajak negara.

Selain itu, DSI akan menghentikan praktik transfer pricing yang mengalihkan keuntungan ke luar negeri. Devisa hasil ekspor (DHE) harus sepenuhnya masuk dan parkir di sistem perbankan dalam negeri.

Purbaya optimis kehadiran DSI memudahkan pemerintah memastikan akuntabilitas penerimaan negara. Dengan satu pintu ekspor, pengawasan aliran dana dan volume barang menjadi lebih sederhana.

Fokus Komoditas dan Tahapan Operasional

Untuk tahap awal, DSI akan fokus pada tiga komoditas besar: minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferrous alloy).

Ketiganya memiliki peran krusial terhadap stabilitas devisa dan pendapatan negara.

Pada tiga bulan pertama, DSI akan menjalani masa transisi dan penyesuaian proses bisnis ekspor reguler. Target operasional penuh sebagai eksportir tunggal diharapkan tercapai dalam enam bulan pertama.

Purbaya memperingatkan keras para petinggi DSI agar tidak main-main dengan kepercayaan yang diberikan.

Sebagai anggota dewan pengawas Danantara, ia memiliki otoritas penuh untuk mengejar siapa pun yang berbuat curang.

"Kalau ada yang nggak betul ya kita pecat, ya direktur DSI-nya gitu," tegas Purbaya. Ancaman pemecatan langsung bagi direksi yang menyimpang dari aturan telah disiapkan.

>>> Pelatihan Vokasi Kemnaker 2026 Resmi Dibuka, Tersedia 24 Kejuruan

Langkah ini diharapkan menjadi standar baru pengelolaan BUMN yang lebih transparan dan akuntabel. Masyarakat menanti efektivitas DSI dalam menekan kebocoran devisa dan meningkatkan kesejahteraan nasional.