Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membentuk tim khusus untuk memperketat pengawasan terhadap PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.

Tim ini akan memantau kinerja BUMN ekspor tersebut secara intensif.

>>> Link Live Streaming Peluncuran Xiaomi 17T Series 2026: Spek Gahar Terbaru

Purbaya menegaskan pengawasan bukan sekadar formalitas. Ia membutuhkan laporan rutin yang mendalam dan mendetail.

Tujuan utama pengawasan ketat ini adalah mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini. Dengan laporan rinci, praktik di luar prosedur resmi bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Instruksi Pengawasan di Lapangan

Purbaya memberikan instruksi tegas terkait teknis pengawasan. Fokusnya pada pengamatan detail laporan yang masuk ke Kementerian Keuangan.

Ia juga meminta sistem pelaporan cepat agar setiap potensi penyelewengan terpantau secepat mungkin. Akuntabilitas pengelolaan negara harus terjaga melalui fungsi kontrol yang efektif.

Integritas laporan menjadi kunci utama dalam memonitor kinerja ekspor BUMN ini.

Tim yang diterjunkan memiliki tanggung jawab besar untuk melaporkan hasil pantauan secara langsung kepada pimpinan Kemenkeu secara berkala.

Menariknya, Purbaya tidak menugaskan pejabat setingkat Wakil Menteri Keuangan atau eselon I untuk tugas ini.

Ia menilai posisi tinggi seperti Wamenkeu kurang efektif untuk mengamati operasional hingga tingkat teknis.

"Kalau Wamen pasti makan gaji buta tuh, enggak ngapa-ngapain, datang sebulan sekali. Bukan itu yang saya mau," cetusnya.

Ia lebih memilih staf yang mampu bekerja lincah dan teliti setiap hari.

>>> Telkomsel Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Iduladha 1447 H, Jangkau Pelosok Negeri

Fungsi dan Target DSI

Pembentukan DSI merupakan langkah strategis pemerintah mengelola komoditas SDA yang vital. Perusahaan ini diproyeksikan menjadi eksportir tunggal yang mengendalikan arus keluar barang strategis nasional.