Kebocoran tangki kimia di pabrik pengolahan bubur kertas dan pengemasan milik Nippon Dynawave Packaging, Washington, Amerika Serikat, menewaskan 11 orang.

Jumlah korban bertambah setelah petugas menemukan dua korban tambahan di lokasi kejadian. Sebelumnya, sembilan orang yang dilaporkan hilang ditemukan meninggal.

>>> Jakarta Naik 10 Peringkat di Global Liveability Index 2025, Ini Manfaat Pajak Bagi Warga

Operasi pencarian berlangsung selama satu pekan. Petugas menyisir area terdampak untuk memastikan tidak ada korban lain.

Kronologi Ledakan Tangki Kimia

Peristiwa bermula pada hari Selasa ketika sebuah tangki raksasa meledak di dalam fasilitas. Tangki itu menyimpan campuran bahan kimia berbahaya untuk pembuatan bubur kertas.

Zat kimia yang tersimpan meliputi larutan natrium hidroksida dan natrium sulfida. Kedua bahan ini penting dalam proses produksi pulp dan kertas.

Volume cairan putih yang bocor mencapai sekitar 900 ribu galon atau setara dengan 3,4 juta liter.

>>> IHSG Terkoreksi, Asing Justru Borong 10 Saham Ini pada Awal 2026

Aliran larutan kimia masuk dan mencemari Sungai Columbia yang berdekatan dengan pabrik.

Dampak terhadap Masyarakat dan Profil Pabrik

Pemerintah Kota Longview mengevaluasi risiko kesehatan bagi warga sekitar. Hingga kini, belum ditemukan penurunan kualitas udara signifikan akibat penguapan zat kimia.

Hasil pengujian menunjukkan pasokan air minum di Longview masih aman dan tidak terpengaruh kontaminasi limbah kimia.

Fasilitas industri di Longview ini awalnya milik Weyerhaeuser, perusahaan perkayuan berbasis di Seattle. Nippon mengakuisisi pabrik tersebut dengan nilai investasi US$225 juta.

>>> Eksportir SDA Wajib Parkir Devisa di Dalam Negeri Mulai 1 Juni 2026

Pasca pembelian, perusahaan asal Jepang itu mendirikan entitas baru bernama Nippon Dynawave Packaging. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab ledakan.