Nama IShowSpeed tidak hanya dikenal karena siaran langsungnya yang ditonton jutaan orang selama Piala Dunia 2026.

YouTuber asal Amerika Serikat ini juga dikaitkan dengan fenomena unik yang viral di kalangan penggemar sepak bola, yaitu "Speed Curse" atau kutukan Speed.

>>> Kronologi Lengkap Sopir Ojol Tewas di Tangerang: Awalnya Niat Bunuh Diri, Berubah Jadi Pembunuhan Brutal demi Motor

Istilah ini muncul setelah sejumlah tim yang didukungnya justru tersingkir dari turnamen. Inggris menjadi korban terbaru setelah kalah dari Argentina di babak semifinal.

Apa Itu Speed Curse?

Speed Curse adalah 'kutukan' yang menimpa tim-tim yang didukung oleh IShowSpeed di Piala Dunia 2026. Tim yang didukungnya diprediksi akan tersingkir.

Awalnya dianggap kebetulan, tetapi fenomena ini terus berlanjut dan kini dianggap serius oleh pecinta bola.

Awal Mula Speed Curse

Speed Curse bermula ketika Portugal, tim yang didukung IShowSpeed, tersingkir di fase 16 besar. Speed hadir langsung di stadion dengan jersey Portugal, tetapi Portugal kalah 1-0 dari Spanyol.

Saat itu, belum ada yang mengaitkan kekalahan tersebut dengan dukungan Speed.

>>> Mantan Bos PlayStation: Pengembang Harus Jangkau Orang yang Tak Peduli GTA 6

Deretan Korban Speed Curse

Setelah Portugal, Speed beralih mendukung Senegal saat melawan Prancis, lalu Cape Verde, Amerika Serikat, dan Inggris. Semua tim tersebut tersingkir.

Cape Verde kalah setelah didukung Speed saat melawan Argentina. Brasil juga tersingkir setelah ia mendukungnya melawan Norwegia.

Bahkan saat ia mendukung Mesir melawan Argentina, Mesir mengalami comeback dan kalah. Prancis juga kalah di semifinal setelah ia mendukungnya melawan Spanyol.

Kutukan yang Tidak Mempan pada Argentina

Anehnya, Argentina menjadi pengecualian. Saat Speed mengenakan jersey Argentina melawan Swiss, Argentina menang 3-1 dan lolos ke semifinal.

>>> Robert Downey Jr. Siap Jadi Penjahat Terbaik di Avengers: Doomsday

Di semifinal, Inggris yang didukung Speed justru kalah 2-1 dari Argentina. Kini Argentina akan menghadapi Spanyol di final pada 19 Juli 2026.