Program revitalisasi sekolah terdampak bencana besar di Sumatera pada 2025 terus menunjukkan kemajuan signifikan hingga Mei 2026.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat 4.922 satuan pendidikan terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

>>> Khusyuk, Ribuan Umat Buddha Rayakan Waisak 2026 di Wihara Ekayana Arama Jakarta

Per 25 Mei 2026, sebanyak 3.101 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait revitalisasi. Total nilai bantuan yang dialokasikan mencapai Rp2,9 triliun.

Realisasi Penyaluran Dana Tahap Pertama

Sebanyak 3.033 sekolah telah menerima dana tahap awal sebesar 70 persen dari total nilai bantuan. Total dana yang telah dicairkan mencapai Rp2 triliun.

Sisanya, 68 sekolah masih dalam tahap administrasi untuk pencairan dana sebesar Rp31,7 miliar. Pemerintah memastikan pengawasan ketat agar dana digunakan sesuai kebutuhan mendesak.

Target Penyelesaian dan Progres Fisik

Pemerintah menargetkan 311 sekolah rampung sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 pada Juli mendatang. Mayoritas pembangunan, sekitar 2.834 sekolah, dikerjakan melalui skema swakelola oleh pihak sekolah.

Sementara itu, 267 sekolah dengan kerusakan berat atau perlu pemindahan lokasi dikerjakan dengan bantuan personel TNI AD.

Kerja sama ini bertujuan memastikan kualitas bangunan kokoh di tengah risiko bencana.

>>> BMKG Prakirakan Tiga Wilayah Jakarta Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 1 Juni 2026

Progres fisik pembangunan per Mei 2026: 28 sekolah selesai di atas 70 persen, 223 sekolah progres 51-70 persen, 574 sekolah progres 31-50 persen, dan 2.208 sekolah progres di bawah 30 persen.

Sebagian besar proyek masih pada tahap awal konstruksi.

Kendala Relokasi dan Ketersediaan Lahan

Tantangan terbesar muncul pada sekolah di zona merah bencana yang wajib dipindahkan. Dirjen PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto, menyatakan baru 31 sekolah relokasi yang menyelesaikan PKS.

Sebanyak 66 sekolah lainnya belum bisa memulai pembangunan karena terhambat ketersediaan lahan, termasuk lahan yang belum tersedia, masih sengketa, atau menunggu dokumen legalitas dari pemerintah daerah.

Koordinasi intensif terus dilakukan agar hak pendidikan siswa tidak terabaikan.

Dukungan Kesejahteraan bagi Tenaga Pendidik

Pemerintah juga memberikan bantuan bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) terdampak. Lebih dari 59 ribu GTK masuk daftar penerima bantuan khusus pascabencana Sumatera.

>>> Viral Baling-Baling Wings Air Diikat Kabel Ties, Ini Klarifikasi Maskapai

Hingga kini, 52.513 GTK telah menerima bantuan finansial dengan total anggaran Rp315 miliar. Langkah ini diharapkan menjaga semangat para pendidik di masa pemulihan.