Suasana khidmat menyelimuti Wihara Ekayana Arama di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu, 31 Mei 2026.

Ribuan umat Buddha dari berbagai wilayah Jabodetabek hadir untuk merayakan Hari Raya Waisak.

>>> BMKG Prakirakan Tiga Wilayah Jakarta Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 1 Juni 2026

Mereka mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Wihara yang menjadi Indonesia Buddhist Centre ini menjadi pusat perayaan tahunan.

Prosesi Ritual dan Makna Waisak

Kegiatan diawali dengan prosesi pindapata, di mana para biksu berjalan kaki membawa mangkuk untuk menerima derma dari umat.

Tradisi ini menjadi simbol kerendahan hati dan kebersamaan.

Setelah itu, ibadah Puja Bhakti Waisak digelar sebagai inti peringatan.

Waisak sendiri memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama: kelahiran di Taman Lumbini, pencapaian penerangan sempurna di bawah pohon Bodhi, dan parinirwana di Kusinara.

Ketiga peristiwa itu terjadi pada bulan purnama di bulan Waisak. Perayaan ini bertujuan agar umat meresapi nilai spiritual dan ajaran kasih sayang Buddha.

Kegiatan Sosial dan Persiapan Wihara

Sebelum hari puncak, pengurus wihara menggelar berbagai aksi sosial dan pelatihan keagamaan.

Kegiatan tersebut meliputi donor darah, kunjungan kasih, pendalaman Dharma, meditasi, upacara wisudhi, dan ritual pencurahan air bunga pada rupang bayi Siddharta.

>>> Viral Baling-Baling Wings Air Diikat Kabel Ties, Ini Klarifikasi Maskapai

Bhante Nyanagupta menekankan pentingnya membawa semangat Waisak ke dalam diri setiap individu. Ia berharap umat tidak hanya merayakan secara seremonial, tetapi juga menebarkan kedamaian.

Fokus utama ibadah adalah menekankan cinta kasih, menjadikan kemuliaan Buddha sebagai pedoman hidup, mewujudkan kedamaian dari ketenangan batin, serta menjaga keselarasan hubungan antarmanusia dan lingkungan.