Mengalami sakit kepala saat menikmati es krim mungkin pernah Anda alami. Sensasi nyeri tajam dan menusuk di kepala ini disebut brain freeze atau sakit kepala akibat rangsangan dingin.

Meski mengganggu, kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Namun, para ahli mengungkapkan bahwa brain freeze bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan lain, terutama migrain.

>>> Festival Solo 2026: Dampak Ekonomi Rp87,9 Miliar dari Budaya, Olahraga, dan Kuliner

Apa Itu Brain Freeze?

Brain freeze terjadi ketika langit-langit mulut atau bagian belakang tenggorokan mengalami pendinginan cepat. Pembuluh darah menyusut lalu membesar kembali untuk memulihkan aliran darah, memicu rasa sakit.

Saraf trigeminal, yang bertanggung jawab memproses sinyal nyeri dari dahi dan wajah, ikut terlibat. Inilah sebabnya sakit kepala terasa di dahi atau otak, bukan di mulut.

Kaitan dengan Migrain

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan migrain lebih rentan mengalami brain freeze yang menyakitkan.

Sebuah studi pada 1970-an menemukan 93% penderita migrain pernah mengalami sakit kepala akibat es krim, dengan intensitas sedang hingga parah.

Sebaliknya, hanya sepertiga orang tanpa migrain yang mengalaminya. Irene Toldo, profesor neurologi dari Universitas Padua, Italia, mengatakan bahwa faktor genetik juga berperan.

Jika orang tua Anda mengalami brain freeze, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya.

Meski demikian, para ilmuwan belum mengidentifikasi gen spesifik yang bertanggung jawab. Temuan ini masih bersifat korelatif.

Brain Freeze sebagai Alat Penelitian

Sejak 1960-an, para peneliti menggunakan brain freeze sebagai model eksperimental untuk memahami mekanisme nyeri kepala. Hal ini membantu mengidentifikasi peran aliran darah dan kompleks saraf dalam migrain.

Namun, kini peneliti lebih sering menggunakan infus nitrogliserin untuk memicu serangan migrain pada manusia guna mengembangkan obat generasi baru.