Trump Desak Revisi Kesepakatan Nuklir Iran, Soroti Ancaman Uranium di 2026
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan meminta perubahan mendalam pada draf kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik dengan Iran.
Trump menuntut persyaratan yang lebih ketat sebelum menyetujui dokumen yang telah dinegosiasikan.
>>> Pedagang Pasar Cipulir Cemas Hadapi Musim Hujan 2026, Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya
Laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa draf tersebut kini dikembalikan kepada pihak Iran untuk ditinjau ulang.
Langkah ini diambil karena Trump menginginkan jaminan keamanan yang lebih solid bagi kepentingan AS.
Fokus Revisi pada Nuklir dan Selat Hormuz
Trump menaruh perhatian serius pada klausul mengenai program nuklir Iran dan akses di Selat Hormuz. Ia ingin memastikan mekanisme yang lebih jelas terkait penanganan cadangan uranium milik Iran.
Seorang pejabat senior di pemerintahan AS menjelaskan bahwa revisi ini mencakup teknis pengambilan material uranium yang telah diperkaya.
AS ingin memastikan kapan dan bagaimana proses pengangkutan material tersebut dilakukan agar tidak disalahgunakan.
>>> Harga Emas Dunia Melesat Jelang Negosiasi AS-Iran, Rekor Terbaru 2026 yang Mengejutkan
Selain masalah nuklir, Trump juga mendesak perubahan redaksi terkait pengoperasian kembali Selat Hormuz. Jalur ini merupakan wilayah perairan krusial yang dilewati sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia.
Berikut poin-poin utama yang menjadi fokus revisi Presiden Trump:
- Pengawasan Uranium: Memperjelas mekanisme pemindahan dan pengamanan stok uranium yang diperkaya oleh Iran.
- Keamanan Selat Hormuz: Menjamin pembukaan kembali jalur pelayaran minyak internasional yang sebelumnya terhambat konflik.
- Pencegahan Senjata Nuklir: Memastikan komitmen absolut bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata pemusnah massal.
- Kepastian Teknis: Memperinci jadwal dan metode pelaksanaan setiap poin kesepakatan agar lebih transparan.
Penekanan pada poin-poin tersebut bertujuan untuk menutup celah yang mungkin muncul setelah perjanjian resmi ditandatangani. Trump ingin memastikan kepentingan energi dan keamanan global terjaga sepenuhnya.
Menanti Respons Teheran
Perubahan mendadak yang diajukan Washington ini diperkirakan akan menambah durasi proses negosiasi. Iran diprediksi memerlukan waktu setidaknya tiga hari untuk mempelajari dan menanggapi usulan terbaru dari pihak Amerika.
Pemerintah AS berharap hasil akhir dari diplomasi ini dapat terlihat pada awal pekan depan. Meski sempat tertunda, optimisme untuk mencapai kesepakatan damai tetap terjaga di kalangan tim perunding.
>>> Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.800, Terendah Sepanjang Sejarah
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai permintaan revisi tersebut. Dunia internasional kini tengah memantau apakah Teheran akan menerima persyaratan baru yang diajukan Washington.
Update Terbaru
Dev id Software yang Di-PHK Ragukan Masa Depan id Tech
Kamis / 16-07-2026, 06:07 WIB
AS Kembali Terapkan Blokade Laut di Pelabuhan Iran
Kamis / 16-07-2026, 06:07 WIB
Pria Terjebak di Bawah Dudukan Toilet Portabel Diselamatkan Petugas Pemadam Kebakaran Kansas City
Kamis / 16-07-2026, 06:07 WIB
Bintang '90 Day Fiancé' Armando Ditolak Masuk AS Saat Putrinya di ICU
Kamis / 16-07-2026, 06:07 WIB
Mason Haynes, Bodyguard Keluarga Kardashian, Tewas dalam Kecelakaan Mobil
Kamis / 16-07-2026, 06:06 WIB
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
Kamis / 16-07-2026, 06:06 WIB
Messi Berubah Jadi 'Ahli Assist', Argentina ke Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 06:06 WIB
Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok saat Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Honda Gantikan Google Assistant dengan Gemini di Model Terpilih
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Jadwal Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Pria Malaysia Ditangkap karena Menguntit dan Mengendus Sepatu Mahasiswi
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Enzo Fernandez, Pahlawan Bayangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Kadin: Stabilitas Rupiah Lebih Penting dari Penurunan Suku Bunga
Kamis / 16-07-2026, 06:00 WIB
Ranking FIFA: Argentina Kini Nomor 1 Usai Kalahkan Inggris
Kamis / 16-07-2026, 05:56 WIB







