Misteri dan Perdebatan Arkeologis

Selama puluhan tahun, Mbah Belet menjadi objek diskusi arkeolog. Beberapa bagian tubuh terlihat belum rampung, dengan kerusakan pada area wajah dan dahi.

Arkeolog R. Soekmono berpendapat arca ini tidak bisa dikategorikan sebagai Adi-Buddha karena bentuk fisiknya tidak sempurna.

Namun, pakar Buddhisme Tibet Anagarika Govinda memandang ketidaksempurnaan ini dari sisi filosofis yang dalam, membandingkannya dengan Adi-Buddha Vajradhara di Tibet.

Agenda Puncak Perayaan Waisak 2026

Dalam perayaan Waisak 2570 Tahun Buddha, Mbah Belet memegang peran sentral. Sejak pagi, umat berkumpul di sekitar arca untuk doa dan meditasi bersama.

Puncak perayaan dijadwalkan pada pukul 15.44.44 WIB, diisi meditasi mendalam, doa bersama, dan hening cipta di pelataran candi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dijadwalkan hadir.

Sebagai penutup, pelepasan lampion akan dilakukan pada malam hari. Momen ini menjadi daya tarik utama bagi umat Buddha dan wisatawan.

>>> Alasan PSG dan Arsenal Gagal Dapat Penalti di Final Liga Champions 2026

Bagi peziarah, keberadaan Mbah Belet di ruang terbuka menciptakan ruang refleksi baru. Arca yang tidak selesai itu mengingatkan tentang makna spiritualitas di balik ketidaksempurnaan.