Serial animasi asal Rusia, Masha and the Bear, memiliki penggemar luas di seluruh dunia. Namun, beberapa negara justru melarang atau mengkritik keras tayangan ini.

Negara yang Melarang atau Mengkritik

Iran secara resmi melarang penayangan Masha and the Bear di televisi pemerintah sejak 2015. Pemerintah Iran menilai karakter Masha terlalu aktif, tidak patuh, dan sering melanggar aturan.

>>> Ria Ricis Bantah Pakai Piercing Usai Operasi Hidung, Ternyata Hanya Stiker

Di Amerika Serikat, orang tua melalui media sosial meminta kartun ini dihapus dari saluran anak-anak. Mereka khawatir sifat Masha yang keras kepala mendorong anak untuk tidak patuh.

Kanada juga menyoroti episode berjudul "Distant Relative" yang tayang pada 2015. Episode itu dianggap menampilkan stereotip masyarakat asli Amerika.

Akibat protes, episode tersebut dihapus dari Netflix di Kanada. Kreator menyatakan adegan itu hanya parodi cerita rakyat Rusia.

Dampak Larangan

Menariknya, larangan justru membuat Masha and the Bear semakin populer. Di Iran, pelarangan meningkatkan jumlah pengikut media sosial serial ini hingga 30 persen.

>>> Haaland Siap Bawa Norwegia ke Piala Dunia 2026, Target Tak Sekadar Jadi Peserta

Fenomena serupa terjadi pada serial dewasa seperti The Simpsons atau South Park. Kontroversi memperkuat ingatan publik terhadap karakter Masha.

Serial ini pertama kali tayang pada Januari 2009.

Masha and the Bear menjadi serial Rusia pertama dalam format 4K, memiliki 6 musim dengan total 117 episode.

>>> Arsenal Tersingkir, Kai Havertz Ukir Sejarah di Final Liga Champions 2026

Salah satu videonya di YouTube mencapai 4,5 miliar penayangan.