Arsenal Tersingkir, Kai Havertz Ukir Sejarah di Final Liga Champions 2026
Arsenal harus mengubur mimpi juara Liga Champions setelah kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) di partai final musim 2025/2026.
Laga di Puskas Arena, Budapest, berakhir dengan skor 1-1 setelah waktu normal, dan PSG menang 4-3 dalam adu penalti pada Minggu dini hari, 31 Mei 2026.
>>> Jadwal Siaran Langsung Moto3 Italia 2026: Veda Ega Start Posisi 13
Meski kekalahan terasa pahit, salah satu bintang Arsenal, Kai Havertz, justru mencatatkan rekor bersejarah.
Ia menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol di final Liga Champions dengan dua klub Inggris berbeda.
Rekor Bersejarah Kai Havertz
Havertz membawa Arsenal unggul lebih dulu pada menit keenam. Sebelumnya, ia juga mencetak gol tunggal kala membela Chelsea di final 2020/2021 melawan Manchester City.
Pencapaian ini menempatkannya dalam daftar elit pemain yang mencetak gol di final Liga Champions bersama dua klub berbeda.
Cristiano Ronaldo melakukannya bersama Manchester United dan Real Madrid, sementara Mario Mandzukic bersama Juventus dan Bayern Munchen.
Havertz menjadi yang pertama melakukannya dengan dua tim dari Liga Inggris.
Kronologi Gol Havertz
Gol pembuka Arsenal tercipta dari skema unik. Sapuan kapten PSG, Marquinhos, membentur tubuh Leandro Trossard, lalu bola liar dikejar Havertz dari lini tengah.
Ia membawa bola ke sisi kanan area penalti lawan, lalu melepaskan tendangan keras dari sudut sempit yang menjebol gawang PSG.
>>> Analisis PSG vs Arsenal 2026: Taktik Pressing Tinggi yang Mengejutkan Dunia
Sayang, keunggulan cepat itu tak cukup untuk mengamankan trofi.
PSG menyamakan kedudukan dan memenangkan pertandingan lewat adu penalti.
Statistik Final Liga Champions 2026
Berikut data penting pertandingan: Skor akhir waktu normal Arsenal 1-1 PSG; hasil adu penalti 4-3 untuk PSG; lokasi Puskas Arena; pencetak gol Arsenal Kai Havertz (menit ke-6); rekor Havertz sebagai pemain pertama cetak gol final UCL di dua klub Inggris berbeda.
Penampilan Arsenal sepanjang turnamen tetap diapresiasi karena mereka mencapai final tanpa terkalahkan sebelumnya.
Sorotan Lain
Pelatih Mikel Arteta menjadi sorotan setelah keputusan pemilihan eksekutor penalti dipertanyakan. Gabriel Magalhaes yang ditunjuk sebagai algojo kelima gagal menjalankan tugas.
Kekalahan ini terasa pahit karena Arsenal mendapat bonus finansial tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Liga Champions. Namun, trofi tetap menjadi target utama.
Media sosial diramaikan ejekan pendukung Chelsea terhadap rival sekota.
Bagi PSG, kemenangan ini memutus kutukan kegagalan di final dan menyamai raksasa Eropa seperti Real Madrid dan Ajax.
>>> Paceklik Gol di Klub, Christian Pulisic Ungkap Janji Mengejutkan Jelang Piala Dunia 2026
Kai Havertz kini fokus pada tim nasional Jerman. Meski mencatat rekor pribadi, kegagalan tim secara keseluruhan tetap menjadi beban emosional.
Update Terbaru
Suporter Inggris Justru Puji Lionel Messi Usai Timnya Disingkirkan Argentina
Kamis / 16-07-2026, 11:49 WIB
Nicho Silalahi Kritik IPW: Seharusnya Desak Copot Kapolri, Bukan Jaksa Agung
Kamis / 16-07-2026, 11:49 WIB
Sherly Tjoanda: Masih Ada 43 Desa di Maluku Utara Belum Berlistrik
Kamis / 16-07-2026, 11:46 WIB
Meutya Hafid Sambut Baik Aturan Pembatasan Gadget di Sekolah
Kamis / 16-07-2026, 11:46 WIB
Vokalis Beartooth Caleb Shomo Umumkan Dirinya Gay, Istri Ajukan Cerai
Kamis / 16-07-2026, 11:46 WIB
Komponen BYD Tang Terlepas Saat Terjang Banjir, Ini Klarifikasi Pabrikan
Kamis / 16-07-2026, 11:41 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 17 - 19 Juli 2026
Kamis / 16-07-2026, 11:34 WIB
Penjelasan Ending Film Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang(2026) Akankah Lanjut Musim Kedua?
Kamis / 16-07-2026, 11:26 WIB
Minim Murid SD Negeri di Kota Semarang, Apa Sebabnya?
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB
Tuchel Akui Bertanggung Jawab atas Kekalahan Inggris dari Argentina
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB
Apa Itu 'Las Malvinas' yang Diungkit Argentina usai Tekuk Inggris?
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB
Pemprov DKI Panggil Pemilik Truk Terkait Kerugian JPO Tendean Miliaran Rupiah
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB







