Arsenal berada di ambang sejarah saat bersiap menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2025/2026.

Pertandingan di Budapest ini menjadi kesempatan emas bagi Meriam London untuk meraih trofi pertama mereka di kompetisi tertinggi Eropa.

>>> Paceklik Gol di Klub, Christian Pulisic Ungkap Janji Mengejutkan Jelang Piala Dunia 2026

Jika menang, tim asuhan Mikel Arteta tidak hanya mengukir sejarah internasional. Mereka juga akan merayakan double winner setelah memastikan gelar Premier League musim ini.

PSG: Juara Bertahan dengan Dominasi Eropa

PSG datang sebagai juara bertahan dan tim paling ditakuti di Eropa saat ini. Mereka menghancurkan Inter Milan 5-0 pada final musim lalu.

Perjalanan PSG ke final juga impresif: mereka menyingkirkan Liverpool, Chelsea, Bayern Munchen, dan Monaco.

Catatan keunggulan PSG meliputi lini serang tajam, status juara bertahan, lima kemenangan beruntun melawan klub Inggris di fase gugur, dan kedalaman skuad berpengalaman.

>>> Max Verstappen Beri Sinyal Pensiun Dini dari F1, Ini Alasannya

Rekor tanpa cela melawan wakil Premier League di babak gugur menjadikan PSG unggulan. Hal ini menuntut kewaspadaan ekstra dari pertahanan Arsenal.

Strategi Arsenal: Pressing Tinggi dan Bola Mati

Arsenal menempati peringkat teratas versi Opta, namun tetap dianggap underdog melawan PSG. Mikel Arteta diprediksi menginstruksikan pressing tinggi dan memanfaatkan bola mati sebagai kunci.

Serangan balik cepat juga disiapkan untuk mengeksploitasi transisi lambat lini belakang PSG. Arsenal harus memaksimalkan setiap peluang kecil.

>>> Nova Arianto Ungkap Strategi Timnas U-19 di Piala AFF 2026, Juara Bukan Prioritas

Sepanjang musim, Arsenal mencatat kemenangan 1-0 terbanyak di lima liga top Eropa. Pertahanan solid mereka akan diuji oleh kreativitas dan kecepatan trio depan PSG.