Kelompok anggota parlemen Inggris dari lintas partai mendesak pemerintah untuk segera melarang tayangan kartun asal Rusia, Masha and the Bear.

Mereka menulis surat kepada Menteri Kebudayaan Lisa Nandy, meminta intervensi agar acara tersebut dihentikan penayangannya di Inggris.

>>> Nintendo Dikabarkan Mulai Kembangkan Switch 2 OLED pada Akhir 2026

Surat itu diajukan oleh anggota parlemen Partai Liberal Demokrat Tom Gordon dan ditandatangani lebih dari 50 anggota parlemen dari berbagai partai, termasuk Partai Buruh, Konservatif, Hijau, SNP, dan Plaid Cymru.

Masha and the Bear adalah serial animasi Rusia yang populer di YouTube, dengan satu episode berjudul Recipe for Disaster telah ditonton lebih dari 4,6 miliar kali.

Serial ini baru-baru ini diperbarui lisensinya oleh Netflix dan juga tersedia di platform ITVX di Inggris.

Dituduh sebagai Propaganda Rusia

Para anggota parlemen menilai kartun tersebut sebagai bentuk propaganda Rusia yang tidak halus.

Mereka menyoroti pakaian Masha yang menggunakan topi tank dan seragam era Uni Soviet pada salah satu episode.

>>> Server The First Descendant Down 15 Juli untuk Update 1.3.34

Selain itu, topi yang dikenakan Masha di episode lain disebut mirip topi polisi era Soviet yang terkait dengan NKVD, badan yang bertanggung jawab atas deportasi massal dan eksekusi.

Anggota parlemen juga mengkritik unggahan akun X studio Animaccord yang menampilkan Masha dengan seragam tentara dan keterangan 'Seorang gadis tentara sungguhan dengan jaring kupu-kupu!

Hore, aku sekarang di tentara!'

Mereka menilai hal ini secara aktif menormalisasi ikonografi militer Soviet untuk penonton anak-anak global.

Sebelumnya, badan yang didukung Ukraina dan menteri luar negeri Estonia juga menyebut serial ini sebagai 'soft power' Rusia.

>>> Samsung Pertimbangkan Listing Saham di AS Setelah SK Hynix Raup Rp 428 Triliun

Dalam suratnya, para anggota parlemen menuntut tindakan pemerintah karena konten ini ditayangkan di platform utama dan dianggap tidak dapat diterima untuk anak-anak Inggris.