Status AS yang belum pernah tersangkut masalah hukum serta usianya yang masih sangat muda juga menjadi pertimbangan utama.

Faktor lain yang melatarbelakangi tindakan anak adalah tekanan mental akibat orang tua yang tempramental dan sering melakukan kekerasan fisik maupun verbal.

Kondisi psikologis anak yang rusak akibat konflik berkepanjangan antara ayah dan ibu juga turut memengaruhi.

Selain itu, ada pengaruh eksternal dari konten gim Roblox serta tayangan Detective Conan yang memicu keinginan anak untuk meniru aksi tersebut.

Jaksa menekankan bahwa perbuatan nekat anak tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu akumulasi tekanan mental.

Kepribadian anak yang masih labil membuatnya mudah terpengaruh oleh lingkungan dan tontonan.

Jaksa menekankan bahwa AS masih memiliki masa depan panjang sehingga rehabilitasi lebih diutamakan daripada hukuman penjara biasa.

>>> Kurs Dolar-Rupiah Hari Ini di 4 Bank Besar: Cek Update Terbaru 2026

Putusan akhir kini berada di tangan majelis hakim yang memimpin persidangan di Medan.