Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih berada di bawah tekanan pada akhir pekan lalu.

Pada Jumat, 29 Mei 2026, kurs jual dolar AS di sejumlah bank nasional sudah menyentuh angka Rp 17.800.

>>> Rupiah Terpuruk, Harga Jual Dolar di Bank Ini Tembus Rp18.135

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan bahwa tingginya imbal hasil obligasi AS menjadi faktor utama yang menghambat penguatan rupiah.

Kondisi ini membuat mata uang Garuda sulit keluar dari tekanan dolar.

Kurs Dolar di BCA dan Mandiri

Berdasarkan pantauan pukul 09.30 WIB, Bank Central Asia (BCA) menetapkan kurs e-Rate untuk dolar AS di posisi beli Rp 17.863.

Sementara itu, harga jual dolar AS di BCA dipatok Rp 17.883.

Bank Mandiri menetapkan kurs khusus dengan nilai beli Rp 17.795 per dolar AS. Untuk kurs jual, bank pelat merah tersebut mematok harga di level Rp 17.835.

Dolar Singapura Tembus Rp 14.000

Rupiah juga melemah terhadap dolar Singapura. Pada perdagangan yang sama, dolar Singapura secara resmi menembus level psikologis Rp 14.000.

>>> Cara Kaya dari Saham Tanpa Modal Besar: Manfaatkan Program ESPP di Kantor

Data Google Finance menunjukkan penguatan dolar Singapura sebesar 0,11% terhadap rupiah. Sementara itu, berdasarkan tradingeconomics.

com, nilai tukar dolar Singapura terhadap rupiah berada di kisaran Rp 13.993,5.

Dolar AS menguat 0,21% ke posisi Rp 17.885,79. Yen Jepang juga naik ke level Rp 112,30.

Meski dolar AS perkasa, muncul prediksi bahwa nilainya berpotensi melandai dalam waktu dekat.

Hal ini menyusul laporan kesepakatan antara AS dan Iran terkait perpanjangan gencatan senjata di Timur Tengah serta pencabutan pembatasan pengiriman logistik melalui Selat Hormuz.

>>> Rahasia Transformasi Blok M: Dari Mal Lawas Jadi Magnet Gen Z Terbaru 2026

Faktor geopolitik ini diharapkan dapat memberikan sedikit ruang napas bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.