Banyak pekerja mengira investasi saham hanya untuk mereka yang berpenghasilan besar. Padahal, ada peluang investasi yang sudah tersedia di tempat kerja, yaitu Employee Stock Purchase Plan (ESPP).

Program ini memungkinkan karyawan membeli saham perusahaan dengan harga diskon 10-15 persen dari harga pasar. Di Indonesia, konsep serupa dikenal sebagai Employee Stock Ownership Program (ESOP).

>>> Rahasia Transformasi Blok M: Dari Mal Lawas Jadi Magnet Gen Z Terbaru 2026

Apa Itu ESPP dan Bagaimana Cara Kerjanya?

ESPP adalah program pemotongan gaji otomatis untuk membeli saham perusahaan. Karyawan cukup menentukan persentase gaji yang disisihkan, lalu dana dikumpulkan secara rutin.

Setelah periode tertentu, dana tersebut digunakan untuk membeli saham dengan harga diskon.

Misalnya, jika harga saham di pasar 100 dolar AS, dengan diskon 15 persen karyawan cukup membayar 85 dolar AS per lembar.

Keuntungannya, margin tetap terjaga meski harga saham berfluktuasi. Jika harga naik, karyawan tetap membeli di harga diskon.

Jika harga turun, diskon tetap berlaku dari harga terendah.

Potensi Keuntungan dan Manfaat Jangka Panjang

Menurut Chad Gammon, Certified Financial Planner dari Custom Fit Financial, ESPP adalah kesempatan emas. Konsistensi adalah kunci utama untuk memaksimalkan program ini.

Karyawan di perusahaan dengan kinerja stabil bisa meraup keuntungan ribuan dolar per tahun. Selain itu, ESPP membentuk kedisiplinan finansial karena memaksa investasi sebelum konsumsi.

>>> Daftar Harga HP Terbaru Rilisan 2026: Banyak Dicari, Mulai Rp1 Jutaan

Dengan efek compounding, hasil investasi bisa berkembang pesat. Hasil penjualan saham dapat digunakan untuk memperluas portofolio ke instrumen lain.

Mengapa Banyak Karyawan Melewatkan ESPP?

Meski menguntungkan, banyak karyawan enggan mendaftar. Penyebabnya antara lain kurangnya pemahaman, kekhawatiran berkurangnya take home pay, dan minimnya edukasi dari HR.