Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan pada mata uang Garuda ini mendorong sejumlah bank nasional menaikkan harga jual dolar mereka.

Pada Jumat, 29 Mei 2026, rupiah membuka perdagangan di posisi Rp17.800 per dolar AS. Angka ini mencerminkan depresiasi sebesar 0,14 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

>>> Cara Kaya dari Saham Tanpa Modal Besar: Manfaatkan Program ESPP di Kantor

Pelemahan ini merupakan kelanjutan dari tren negatif sebelum masa libur dan cuti bersama Idul Adha.

Pada Selasa pekan yang sama, rupiah sudah ditutup merosot ke level Rp17.775 per dolar AS.

Posisi tersebut menjadi level penutupan terlemah sepanjang masa rupiah dalam menghadapi dominasi dolar AS.

Kurs Dolar AS di Berbagai Bank

Mayoritas perbankan di Indonesia menyesuaikan kurs jual dolar AS mereka. Beberapa bank besar bahkan menetapkan harga jual di atas level Rp18.000.

Kenaikan harga valuta asing ini bervariasi tergantung jenis transaksi, seperti E-Rate, TT Counter, maupun Bank Notes.

Berikut ringkasan kurs dolar AS di sejumlah bank ternama per Jumat pagi:

  • BCA (E-Rate): beli Rp17.858, jual Rp17.878
  • Bank Mandiri (Special Rate): beli Rp17.795, jual Rp17.835
  • BNI (Special Rate): beli Rp17.850, jual Rp17.870
  • BRI (E-Rate): beli Rp17.698, jual Rp17.890
  • UOB Indonesia: beli Rp17.500, jual Rp18.053
  • CIMB Niaga: beli Rp17.852, jual Rp17.867
  • HSBC Indonesia (Banknote): beli Rp17.535, jual Rp18.135
  • MUFG Bank (Jakarta Branch): beli Rp17.480, jual Rp18.080

Data di atas merangkum harga transaksi yang berlaku pada pagi hari saat perdagangan baru dimulai. Kurs dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi pasar global.

>>> Rahasia Transformasi Blok M: Dari Mal Lawas Jadi Magnet Gen Z Terbaru 2026