Seorang kreator konten asal Brasil, Ferri Cangussu Nicolas (28), mengalami pencurian saat berkunjung ke Pantai Marosi di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa terjadi pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 18.00 Wita di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya.

>>> Libur Iduladha 2026: Lalu Lintas Tol Solo-Jogja Melonjak 25,55 Persen, Jadi Jalur Paling Dicari Pemudik

Saat itu Ferri sedang mendokumentasikan anak-anak setempat yang memandikan kuda di tepi pantai. Ia meletakkan tasnya di satu titik area pantai untuk memudahkan gerak.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumba Barat, Semuel Dato Mesa, menjelaskan bahwa korban tidak menyadari tasnya diambil.

Namun anak-anak di lokasi melihat aksi pencuri dan berteriak memberi peringatan.

Karena terdesak, pelaku membuang tas curian ke semak-semak lalu melarikan diri. Warga membantu Ferri melaporkan kejadian ke polisi.

>>> Rangkaian Tradisi Unik Waisak 2026: Ritual Air Suci hingga Lampion Borobudur

Barang Berharga yang Sempat Hilang

  • Uang tunai USD 300 (sekitar Rp 5,3 juta) dan uang rupiah Rp 2 juta
  • Drone, lensa kamera, lima baterai kamera, Airpods
  • Paspor, kartu ATM, kunci kontak sepeda motor Honda Scoopy

Seluruh barang ditemukan kembali pada Jumat (29/5/2026) pagi setelah penyisiran. Namun dilaporkan baling-baling drone korban patah.

Semuel Dato Mesa menyatakan keprihatinan atas kejadian ini. Ia menilai insiden kriminalitas dapat berdampak negatif pada citra pariwisata Sumba Barat.

Dinas Pariwisata mengapresiasi polisi yang bergerak cepat. Meski barang sudah ditemukan, pengejaran terhadap pelaku tetap dilakukan karena identitasnya belum diketahui.

Kapolres Sumba Barat, Yohanis Nisa Pewali, belum memberikan pernyataan detail. Ia menyatakan masih memiliki agenda mendesak.

>>> Rekomendasi HP Samsung 2 Jutaan dan Jadwal Blue Moon 31 Mei 2026

Kejadian ini menjadi pengingat bagi wisatawan untuk waspada terhadap keamanan barang bawaan di area publik. Pemerintah setempat berharap pelaku segera ditangkap demi rasa aman pengunjung Pantai Marosi.