Nilai tukar rupiah dibuka menguat sebesar 32 poin atau 0,18 persen ke level Rp17.814 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.

Lonjakan performa positif mata uang Garuda dari penutupan sebelumnya di angka Rp17.846 ini dipicu oleh respons pasar terhadap sentimen global.

>>> Pemerintah Pangkas Tarif PPh Royalti Penulis Jadi 1,5 Persen

Faktor Pendorong Penguatan

Apresiasi mata uang domestik didorong oleh kabar tercapainya rancangan awal kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari antara Amerika Serikat dan Iran.

Kondisi tersebut berhasil menekan harga minyak mentah dunia hingga ke bawah 100 dolar AS per barel dan membuat indeks dolar AS melemah.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, melihat adanya ruang penguatan bagi mata uang domestik sepanjang perdagangan hari ini.

>>> Peneliti Temukan Hormon Obat Diet GLP-1 Berpotensi Redakan Radang Sendi

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat dengan kisaran di Rp17.800 - Rp17.860 dipengaruhi oleh faktor global adanya kesepakatan gencatan senjata baru selama 60 hari antara AS dan Iran menekan harga minyak di bawah US$100 dan index dollar yang menjinak," ucap Rully Nova.

Kebijakan Fiskal Domestik

Meskipun perdagangan luar negeri mendapat angin segar dari pembukaan Selat Hormuz dan komitmen nuklir Iran, kebijakan fiskal dalam negeri dinilai masih membayangi pergerakan rupiah.

Pemerintah saat ini dihadapkan pada tantangan menjaga inflasi di tengah pembiayaan program besar seperti Makan Bergizi Gratis dan koperasi desa.

>>> Buku Harry Potter Edisi Pertama Terjual Rp374 Juta di Lelang

"Kebijakan pemerintah belum banyak berubah dalam rencana konsolidasi fiskal yang menjamin defisit tidak melebihi 3% dari PDB, di antaranya pembiayaan pada proyek-proyek jumbo MBG dan koperasi desa," pungkas Rully Nova.