Tim Pengawas Haji DPR meminta penambahan tenaga kesehatan dan peralatan medis untuk menunjang jemaah haji tahun depan.

Permintaan ini muncul setelah menerima masukan dari para dokter di Mina, Arab Saudi, pada Rabu (27/5/2026).

>>> Pemerintah Rancang Pagu Transfer ke Daerah 2027 Capai Rp810 Triliun

Anggota Timwas DPR Bambang Haryo Soekartono menyampaikan bahwa petugas medis di lapangan mengharapkan dukungan armada dan alat kesehatan yang lebih memadai.

"Hanya kemarin saran dari para dokter untuk ditambah tenaga kesehatannya. Terus ditambah lagi juga peralatan-peralatan medis," katanya.

Bambang menambahkan, penambahan alat cuci darah atau hemodialisa mendesak dilakukan karena banyak jemaah mengalami gangguan fungsi ginjal. "Nah dengan cuci darah mereka akan segar kembali.

Jadi ini yang diperlukan. Terus alat medis yang sudah lama supaya diganti yang baru," ucapnya.

Meski mencatat kekurangan fasilitas, Timwas tetap mengapresiasi kinerja pemerintah. Angka kematian jemaah pada hari ke-35 turun hingga 60 persen dibandingkan tahun lalu.

"Gizi juga bagus. Terus susu telur daging berlimpah.

Sehingga jumlah jemaah yang wafat tahun ini turun 60 persen dari 150 tahun lalu di hari yang ke-35, sekarang di hari 35 masih 64 orang.

Ini yang kita harapkan menjadi citra yang baik bagi pelayanan haji di Indonesia," tandasnya.

>>> Siklon Tropis Tingkatkan Risiko Penularan Hantavirus dan Diabetes

Dalam pengawasan tersebut, Timwas juga menanyakan kualitas pelayanan kesehatan kepada seorang jemaah bernama Yasri. "Dokternya bagaimana Pak?"

tanya Haryo. Jemaah asal Kabupaten Dharmasraya itu memberikan respons positif.

"Sangat perhatian, Pak," jawabnya.

Sementara itu, anggota Timwas lainnya, Netty Prasetyani Aher, menyoroti ketidakseimbangan antara jumlah petugas medis dengan total jemaah Indonesia.

Saat ini hanya ada 1.249 petugas kesehatan untuk melayani 221 ribu jemaah haji Indonesia.

Selain itu, hanya tersedia 15 armada ambulans sewaan yang layak saat kunjungan ke KKHI pekan lalu.

Netty berharap temuan-temuan ini bisa menjadi bahan perbaikan bagi penyelenggaraan haji di tahun-tahun mendatang.

>>> Dokter: Makan Daging Bukan Penyebab Langsung GERD

"Nah, mudah-mudahan temuan-temuan yang kemudian dijadikan catatan oleh teman-teman petugas kesehatan, kemudian ketua kloter, petugas di lapangan, dan juga temuan dari Timwas DPR RI ini mampu menjadi satu bahan yang kita bisa kompilasi untuk dijadikan bahan perbaikan bagi penyelenggaraan dan tata kelola haji di tahun-tahun yang akan datang," katanya.