Dokter: Makan Daging Bukan Penyebab Langsung GERD
Keluhan perut begah, kembung, hingga asam lambung naik sering muncul saat konsumsi daging meningkat selama Idul Adha. Banyak orang mengaitkan hal ini dengan penyakit GERD.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyanto, SpPD-KGEH, meluruskan anggapan tersebut.
>>> PT Asabri Renovasi Rumah Pensiunan TNI Lewat Program GRIYA
Menurutnya, keluhan itu lebih berkaitan dengan jumlah konsumsi, bukan jenis makanannya.
Proses pencernaan daging memakan waktu lebih lama dibandingkan makanan lain. Hal ini yang membuat perut terasa penuh dan kembung setelah menyantap hidangan berdaging.
“Kalau dari beberapa penelitian memperlihatkan konsumsi daging itu akan lama dicerna di lambung,” ujarnya. Sistem pencernaan membutuhkan waktu hingga 5 jam untuk mengurai protein daging.
Dampak dari proses pencernaan yang lama ini bisa memicu konstipasi atau sembelit pada sebagian orang.
“Orang-orang dengan banyak makan daging biasanya terjadi konstipasi, kadang-kadang perutnya terasa penuh, begah,” jelas dr Aru.
>>> AFTECH dan Jalin Perkuat Ketahanan Ekosistem Keuangan Digital dari Kejahatan Siber AI
Hubungan Konsumsi Daging dan Gejala Asam Lambung
Dr Aru Ariyanto menegaskan bahwa penyakit GERD tidak disebabkan secara langsung oleh konsumsi daging. Namun, menyantap daging dalam porsi berlebih tetap memberikan beban tambahan pada saluran cerna.
Beban kerja saluran cerna yang meningkat dapat memicu munculnya gejala asam lambung, perut kembung, dan rasa begah.
“Mau enggak mau, bila kita makan daging lebih banyak, rasa begah, rasa kembung, pencernaan akan lebih berat,” katanya.
Untuk mengantisipasi masalah pencernaan, dr Aru menyarankan mencukupi kebutuhan serat harian saat konsumsi daging meningkat.
“Dengan adanya serat akan membantu pencernaan lebih baik sehingga rasa begah, kembung pun lebih mudah hilang,” jelasnya.
>>> John Herdman Pimpin Latihan Perdana Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
Pemilihan jenis olahan juga memengaruhi kerja lambung. Menu seperti sate atau sop bening dinilai lebih ramah bagi saluran cerna dibandingkan masakan bersantan pekat.
Update Terbaru
Polda Metro dan Kejaksaan Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo
Senin / 13-07-2026, 12:38 WIB
PT PMMP Terjerat Utang Rp2,8 Triliun, Ungkap Peran Kaesang
Senin / 13-07-2026, 12:38 WIB
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, Jokowi Dinilai Resah
Senin / 13-07-2026, 12:37 WIB
Anies Baswedan Ungkap 'Membesarkan yang Kecil', Netizen Sindir 'Lupa Sama yang Membesarkan'
Senin / 13-07-2026, 12:36 WIB
Pelemahan Rupiah Tekan Profitabilitas Asuransi Kesehatan
Senin / 13-07-2026, 12:36 WIB
Airlangga Pastikan PFII Tetap di Bali, PP Dikebut Sebelum 16 Agustus
Senin / 13-07-2026, 12:35 WIB
Video dan Gambar Motorola Edge 70 Max Bocor Jelang Peluncuran
Senin / 13-07-2026, 12:35 WIB
Redmi Turbo 6 Series Dikabarkan Punya Baterai 10.000 mAh dan Chipset Dimensity
Senin / 13-07-2026, 12:35 WIB
5 Kandungan Skincare Efektif untuk Menghilangkan Bekas Jerawat
Senin / 13-07-2026, 12:35 WIB
Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Indramayu, 13 Orang Tewas
Senin / 13-07-2026, 12:35 WIB
Periksa Gigi Berujung Petaka, 12 Gigi Lansia Ini Dicabut Sekaligus
Senin / 13-07-2026, 12:33 WIB
Kenapa Jalan Tol Sering Diperbaiki? Ternyata Gara-gara Truk ODOL
Senin / 13-07-2026, 12:33 WIB
Indonesia Andalkan Nikel demi Rebut Posisi di Era AI Global
Senin / 13-07-2026, 12:32 WIB
Disney+ Andalkan Sekuel 'A Shop for Killers' untuk Saingi Netflix
Senin / 13-07-2026, 12:28 WIB







