Memilih kopi yang aman bagi penderita asam lambung tidak bisa hanya berdasarkan jenis Arabika atau Robusta.

Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah kandungan kafein, bukan sekadar tingkat keasaman rasa.

>>> D'Academy 8 Audition Puncaki Daftar Rating Televisi Nasional per Senin 29 Juni 2026, Indosiar Dominasi 10 Besar

Secara teori, Robusta lebih berisiko memicu naiknya asam lambung karena kadar kafeinnya hampir dua kali lipat dibanding Arabika.

Namun, respons setiap orang terhadap kopi bisa berbeda-beda.

Mengapa Robusta Dianggap Lebih Berisiko?

Banyak orang mengira rasa asam kopi menjadi penyebab utama asam lambung naik. Padahal, kafeinlah yang lebih sering berpengaruh.

Kafein dapat membuat otot antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks, sehingga asam lambung lebih mudah naik.

Kandungan kafein Robusta sekitar 2,2–2,7%, sedangkan Arabika hanya 1,2–1,5%.

Meskipun Arabika memiliki cita rasa lebih asam, bukan berarti otomatis lebih berbahaya bagi lambung.

Perbandingan Arabika dan Robusta

Dari segi kandungan kafein, Arabika lebih rendah sehingga risiko memicu refluks lebih kecil.

Namun, Robusta memiliki kandungan asam klorogenat (CGA) yang lebih tinggi, yaitu 7–10% dibanding Arabika 5–8%.

>>> Kim Mu Yeol Ungkap Hanya Dapat Rp2 Juta Setahun di Awal Karier

Arabika cocok bagi yang sensitif terhadap kafein, sedangkan Robusta lebih sesuai bagi yang membutuhkan efek kafein lebih kuat.

Mana yang Lebih Aman untuk Penderita GERD?

Bagi penderita GERD, Arabika biasanya lebih aman karena kandungan kafeinnya lebih rendah. Meski begitu, jumlah konsumsi tetap perlu dibatasi.

Jika kurang cocok dengan rasa asam Arabika, Anda bisa mencoba Robusta dan melihat respons tubuh. Alternatif lain adalah kopi decaf yang kandungan kafeinnya jauh lebih rendah.