Siklon Tropis Tingkatkan Risiko Penularan Hantavirus dan Diabetes
Cuaca ekstrem akibat siklon tropis kini mengancam sejumlah wilayah. Fenomena ini memicu curah hujan tinggi dan gelombang pasang yang merusak infrastruktur.
Dampak serius muncul pasca-bencana ketika kebersihan lingkungan menurun drastis. Penurunan kualitas lingkungan ini memicu berbagai ancaman kesehatan mematikan.
>>> PT Asabri Renovasi Rumah Pensiunan TNI Lewat Program GRIYA
Beberapa penyakit yang kerap muncul setelah banjir meliputi ISPA, influenza, diare akibat E. coli, DBD, hingga penyakit kulit.
Ancaman lain yang patut diwaspadai adalah Hantavirus, virus zoonotik yang ditularkan dari tikus kepada manusia.
Jenis Hantavirus yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah Seoul virus (SEOV). Tikus pembawa virus ini tidak menunjukkan gejala sakit, namun dampaknya bisa fatal bagi manusia.
Penularan terjadi melalui partikel virus dari kotoran atau urine tikus yang mengering dan terhirup saat menyapu. Infeksi juga bisa melalui kontak langsung dengan benda terkontaminasi atau gigitan tikus.
>>> AFTECH dan Jalin Perkuat Ketahanan Ekosistem Keuangan Digital dari Kejahatan Siber AI
Hantavirus dapat memicu gangguan jantung dan paru-paru (HCPS) serta menyerang ginjal (HFRS). Kemenkes mencatat setidaknya 1 dari 10 orang di Indonesia pernah terpapar virus ini tanpa disadari.
Kebersihan lingkungan pasca-bencana menjadi kunci utama mencegah penularan patogen ini. Risiko kesehatan diperparah oleh penyakit penyerta seperti diabetes melitus.
Saat virus masuk ke tubuh orang sehat, imunitas mengirimkan sinyal sitokin. Namun, tren saat ini menunjukkan Diabetes Tipe 2 kian mengincar generasi muda, termasuk pelajar SMP dan SMA.
Pergeseran ini dipicu gaya hidup sedenter, kebiasaan minum tinggi gula, dan makanan olahan. Ketergantungan pada gawai mempercepat resistensi insulin.
>>> John Herdman Pimpin Latihan Perdana Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
Paparan gula darah tinggi sejak muda meningkatkan risiko serangan jantung, gagal ginjal, kebutaan, hingga amputasi pada masa produktif.
Update Terbaru
Polda Metro dan Kejaksaan Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo
Senin / 13-07-2026, 12:38 WIB
PT PMMP Terjerat Utang Rp2,8 Triliun, Ungkap Peran Kaesang
Senin / 13-07-2026, 12:38 WIB
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, Jokowi Dinilai Resah
Senin / 13-07-2026, 12:37 WIB
Anies Baswedan Ungkap 'Membesarkan yang Kecil', Netizen Sindir 'Lupa Sama yang Membesarkan'
Senin / 13-07-2026, 12:36 WIB
Pelemahan Rupiah Tekan Profitabilitas Asuransi Kesehatan
Senin / 13-07-2026, 12:36 WIB
Airlangga Pastikan PFII Tetap di Bali, PP Dikebut Sebelum 16 Agustus
Senin / 13-07-2026, 12:35 WIB
Video dan Gambar Motorola Edge 70 Max Bocor Jelang Peluncuran
Senin / 13-07-2026, 12:35 WIB
Redmi Turbo 6 Series Dikabarkan Punya Baterai 10.000 mAh dan Chipset Dimensity
Senin / 13-07-2026, 12:35 WIB
5 Kandungan Skincare Efektif untuk Menghilangkan Bekas Jerawat
Senin / 13-07-2026, 12:35 WIB
Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Indramayu, 13 Orang Tewas
Senin / 13-07-2026, 12:35 WIB
Periksa Gigi Berujung Petaka, 12 Gigi Lansia Ini Dicabut Sekaligus
Senin / 13-07-2026, 12:33 WIB
Kenapa Jalan Tol Sering Diperbaiki? Ternyata Gara-gara Truk ODOL
Senin / 13-07-2026, 12:33 WIB
Indonesia Andalkan Nikel demi Rebut Posisi di Era AI Global
Senin / 13-07-2026, 12:32 WIB
Disney+ Andalkan Sekuel 'A Shop for Killers' untuk Saingi Netflix
Senin / 13-07-2026, 12:28 WIB







