PT Bank CIMB Niaga Tbk berupaya mempertahankan kinerja profitabilitas pada awal kuartal II-2026.

Bank berkode saham BNGA ini mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2,27 triliun secara bank only hingga April 2026.

>>> 8 Tantangan Tebak Gambar Seru untuk Pemilik IQ Tinggi

Perolehan laba tersebut bergerak stagnan dengan kenaikan tipis sebesar 0,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) CIMB Niaga mengalami koreksi tipis sebesar 1 persen yoy menjadi Rp3,87 triliun.

Penurunan ini sejalan dengan pendapatan bunga bank yang merosot 7,97 persen yoy menjadi Rp7 triliun.

Meskipun pendapatan bunga turun, beban bunga bank berhasil ditekan hingga 15,36 persen yoy menjadi Rp3,13 triliun.

Hal ini mengindikasikan bahwa transmisi suku bunga sudah mulai berjalan dengan baik.

Pada lini operasional lain, CIMB Niaga terpantau meningkatkan alokasi pencadangan (impairment) sebesar 90,97 persen yoy menjadi Rp347,28 miliar.

Di sisi lain, pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi melonjak double digit sebesar 20,39 persen yoy menjadi Rp915,15 miliar.

Bank juga memperoleh keuntungan dari peningkatan nilai wajar liabilitas keuangan sebesar Rp1,31 triliun.

Catatan ini berbalik positif dari periode tahun sebelumnya yang sempat membukukan kerugian sebesar Rp237,01 miliar.

>>> Calvin Dores Alami Serangan Jantung Akibat Kelelahan dan Stres Berat

Kondisi tersebut turut mendorong penurunan beban operasional lainnya sebesar 15,58 persen yoy menjadi Rp995,27 miliar.

Alhasil, laba operasional bank masih sanggup tumbuh 5,3 persen yoy menjadi Rp2,88 triliun.

Pertumbuhan Intermediasi dan Dominasi Dana Murah

Dari fungsi intermediasi, penyaluran kredit bank tumbuh sebesar 6,99 persen yoy menjadi Rp171,39 triliun.

Namun, pembiayaan syariah justru terkontraksi sebesar 10,22 persen yoy menjadi Rp52,35 triliun.

Secara akumulatif, total pembiayaan yang disalurkan bank mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,4 persen yoy menjadi Rp223,75 triliun.

Pertumbuhan ini berjalan beriringan dengan posisi dana pihak ketiga (DPK).

Penghimpunan DPK CIMB Niaga tumbuh sebesar 3,72 persen yoy menjadi Rp259,86 triliun.

Komposisi DPK tersebut kini semakin didominasi oleh dana murah (CASA).

Giro bank tercatat mencapai Rp101,99 triliun atau melonjak hingga 19,76 persen yoy.

>>> 8 Tantangan Tebak Gambar untuk Menguji Kecepatan Berpikir dan IQ

Tabungan juga meningkat sebesar 8,47 persen yoy menjadi Rp90,33 triliun, sedangkan simpanan deposito menyusut 17,74 persen yoy menjadi Rp67,52 triliun.