Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban senilai Rp100 miliar pada Idul Adha 1447 H. Anggaran tersebut berasal dari APBN melalui pos bantuan kemasyarakatan Presiden.

Langkah ini memicu diskusi publik mengenai prioritas anggaran di tengah tantangan ekonomi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui detail alokasi tersebut.

>>> 50 Quotes Romantis ala Sepak Bola untuk Pasangan Tercinta

“Saya belum tahu masalah itu. Nanti saya cek.

Saya benar tidak tahu,” kata Purbaya usai salat Idul Adha di kantor Ditjen Pajak, Rabu (27/5). Ia menyarankan wartawan menanyakan hal teknis ke Kementerian Sekretariat Negara.

“Coba tanya Mensesneg. Saya rasa ya, itu dari uang mereka sendiri,” ujar Purbaya.

Pernyataan itu berbeda dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro. Pada Selasa (26/5), Juri mengonfirmasi anggaran berasal dari kas negara.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.855 Per Dolar AS, Bank Besar Sesuaikan Kurs Valas

“Ya sumbernya dari APBN. Dari pos anggaran bantuan presiden.

Harga belinya tentu menyesuaikan harga sapi di berbagai daerah. Kurang lebih dananya Rp 100 miliar,” kata Juri.

Sapi kurban disalurkan ke seluruh provinsi, termasuk masjid agung, organisasi keagamaan, dan pondok pesantren.

>>> MUI: Kurban Presiden Prabowo Pakai APBN Sesuai Syariat Islam

Hewan kurban memiliki bobot unggulan dan dibeli langsung dari peternak lokal untuk menggerakkan ekonomi sektor peternakan.