Pembangunan kualitas sumber daya manusia di wilayah kepala burung Pulau Papua ini menghadapi tantangan kompleks karena akses transportasi yang sulit.

Revitalisasi masif diharapkan mampu memutus rantai ketertinggalan dan menekan angka putus sekolah bagi anak-anak asli Papua.

Dampak Positif bagi Siswa

Dampak perbaikan fasilitas dirasakan langsung oleh para murid setelah proyek renovasi selesai dikerjakan satu bulan lalu.

Sebelumnya, kerusakan parah pada ruang kelas sempat membuat para siswa enggan datang bersekolah.

“Perasaannya sangat gembira.

Sekarang, setiap pagi walau belum ada guru, murid-murid pasti sudah datang duluan,” tutur Meske Salomina Sosir, siswi SMA Unimuda Pulau Arar.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto beserta Bapak Menteri Abdul Mu’ti.

Kiranya berkat yang Bapak berikan kepada kami di SMA Unimuda Pulau Arar dapat menunjang murid-murid untuk bisa belajar dengan senang,” ungkap Meske.

Manfaat program ini turut diterima oleh SD Inpres 27 Kabupaten Sorong berupa fasilitas toilet baru, ruang UKS, dan rumah dinas guru yang lebih layak.

>>> MUI: Kurban Presiden Prabowo Pakai APBN Sesuai Syariat Islam

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan peresmian fasilitas hasil revitalisasi secara simbolis oleh Mendikdasmen.