Presiden Prabowo Subianto tiba di Paris dalam rangka kunjungan kenegaraan resmi untuk memperdalam hubungan bilateral dengan Prancis. Kunjungan ini berfokus pada sektor pertahanan, energi, dan industri strategis.

Langkah diplomasi ini bertujuan memperkuat posisi geopolitik serta ekspansi ekonomi Indonesia di kawasan Eropa. Agenda tersebut sekaligus memenuhi undangan resmi Presiden Emmanuel Macron yang sempat tertunda.

>>> OPPO Resmi Luncurkan Find X9 Ultra dan Find X9s dengan Kamera Hasselblad di Indonesia

"This is an invitation from President Macron that was actually delayed," kata Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dalam pernyataan video pada Rabu.

Peningkatan Status Hubungan Bilateral

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan kunjungan ini menjadi tonggak sejarah penting. Kedua presiden akan mengumumkan niat bersama untuk meningkatkan status hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis komprehensif.

"During this visit, the two presidents will announce their shared intention to elevate bilateral relations toward a comprehensive strategic partnership," tulis Kemlu dalam pernyataan resmi pada Selasa.

Hubungan ini memposisikan Indonesia sebagai mitra krusial bagi Eropa di tengah fragmentasi global dan kompetisi investasi energi bersih.

Bagi Prancis, ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini menawarkan akses pasar strategis.

Sebaliknya, kerja sama ini mempercepat transfer teknologi dan modernisasi pertahanan bagi Indonesia.

Dialog Bilateral dan Isu Strategis

Dialog bilateral akan berpusat pada investasi energi terbarukan, inovasi teknologi, pendidikan, serta pengelolaan mineral kritis.

Indonesia memegang peran penting dalam rantai pasok mineral global berkat cadangan nikel yang melimpah.

>>> Restu Pratiwi Jadi Desainer RI Pertama di Caspian Fashion Week Rusia

Prancis terus berupaya mengamankan akses mineral strategis dan mendiversifikasi kemitraan industri di luar China.