Bermuda Integrasikan Aset Digital ke Layanan Publik untuk Ekonomi On-Chain
Bermuda bersiap menjadi negara pertama di dunia yang mengadopsi sistem ekonomi sepenuhnya berbasis blockchain atau on-chain. Otoritas Keuangan Bermuda (BMA) mulai mengintegrasikan aset digital ke berbagai layanan publik.
Integrasi mencakup pembayaran pemerintah hingga transaksi masyarakat sehari-hari. CEO BMA Craig Swan mengatakan pemerintah telah memulai edukasi penggunaan dompet kripto kepada masyarakat.
>>> Pilot Perempuan Indonesia Ukir Sejarah Terbangkan Pesawat Kepresidenan RI
Pemerintah membagikan stablecoin USDC senilai US$100 kepada warga.
Dana tersebut dapat digunakan untuk transaksi di pasar lokal, dikirim ke pengguna lain, atau dikonversi kembali ke mata uang fiat melalui penyedia pembayaran seperti MoneyGram.
"Kami ingin masyarakat langsung mencoba bagaimana aset digital digunakan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Swan melansir Coindesk, Rabu (27/5/2026).
Langkah Awal dari DMV
Bermuda juga telah mengubah regulasi agar aset digital dapat diterima untuk pembayaran layanan publik.
Tahap awal implementasi dimulai dari Departemen Kendaraan Bermotor (DMV) karena dinilai memiliki volume transaksi tertinggi.
"Kami mulai dari area dengan volume tinggi seperti SIM dan kendaraan, lalu akan diperluas ke seluruh layanan pemerintahan," kata Swan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari peta jalan ekonomi digital Bermuda yang sebelumnya diumumkan dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Pemerintah Bermuda menggandeng Circle dan Coinbase untuk membangun infrastruktur ekonomi on-chain nasional.
>>> Aurelia, Siswi SMA Santa Ursula, Borong Penghargaan di Kompetisi Internasional Bangkok
Circle menyediakan infrastruktur treasury digital melalui Circle Mint. Coinbase mendukung pengembangan infrastruktur transaksi dan onboarding pengguna.
Selain itu, Bermuda juga menggandeng Stellar untuk meluncurkan stablecoin resmi negara tersebut dalam bentuk dolar digital Bermuda.
Menurut Swan, penggunaan blockchain diharapkan dapat menekan biaya transaksi keuangan yang selama ini dinilai mahal akibat ketergantungan pada sistem pembayaran tradisional dan perbankan perantara.
Update Terbaru
Ruben Onsu Minta Bukti Teror Debt Collector, Bank Heran dengan Tudingan Sarwendah
Kamis / 23-07-2026, 07:41 WIB
Calon Suami Curiga Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sudah Direncanakan
Kamis / 23-07-2026, 07:41 WIB
Ruben Onsu dan Sarwendah Diminta Contoh Gading-Gisel soal Pengasuhan Anak
Kamis / 23-07-2026, 07:41 WIB
Bobby Nasution Tinggalkan Sidang DPRD Sumut Saat Pembahasan LPJ APBD
Kamis / 23-07-2026, 07:38 WIB
Lenovo Luncurkan Lecoo Pro 14 dengan Opsi Intel dan AMD, RAM 24GB, Dukung eGPU OCuLink
Kamis / 23-07-2026, 07:37 WIB
Viral: Alumni Ungkap Dugaan Pelecehan Dosen Setelah 10 Tahun
Kamis / 23-07-2026, 07:37 WIB
Manga Kai-hen Wizards Karya Yellow Tanabe Kembali pada 29 Juli
Kamis / 23-07-2026, 07:22 WIB
Keluarga Chadwick Boseman Minta Pengadilan Copot Janda sebagai Administrator Warisan
Kamis / 23-07-2026, 07:22 WIB
Juri Vonis Mantan Presiden Senat Montana Jason Ellsworth Bersalah
Kamis / 23-07-2026, 07:22 WIB
Max Fried Kembali dari Cedera, Yankees Hadapi Pirates
Kamis / 23-07-2026, 07:21 WIB
Model Scout Terkait Kasus Epstein Ditemukan Tewas di Paris
Kamis / 23-07-2026, 07:21 WIB
Flamengo Hadapi Chapecoense di Serie A, 22 Juli 2026
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB
Jadwal 7 Wakil Indonesia di 16 Besar China Open 2026: Jonatan Main
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Cermati Level Support dan Resistance
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB







